Breaking News:

Berita Malang Raya

Pemulihan Ekonomi Kota Batu Lebih Penting, Proyek Kereta Kabel Rp 200 Miliar Ditunda

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan, proyek kereta kabel segera digarap paling cepat tahun depan

courtesy of The Skyrail Rainforest Cableway
Kereta Kabel atau Cable Car yang direncakan dibangun di Kota Batu. 

SURYA.CO.ID, BATU – Pembangunan kereta kabel (cable car) di Kota Batu kemungkinan besar mundur dari jadwal semula. Pandemi Covid-19 menjadi alasan utama program ini mundur, serta harus memprioritaskan pemulihan ekonomi yang terdampak di wilayah Kota Batu.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan, proyek kereta kabel segera digarap paling cepat tahun depan. “Paling cepat tahun depan karena tahun ini tidak mungkin. Ketika sudah ada vaksin, Insya Allah tahun depan akan kami jadwal ulang semua,” ujar Dewanti, Minggu (18/10/2020).

Diceritakan Dewanti, sejatinya tenaga ahli dari Austria datang ke Kota Batu pada Mei lalu. Kedatangannya untuk melihat kontur tanah yang bisa menjadi tempat menancapkan tiang. Namun jadwal tersebut gagal karena pandemi Covid-19 merebak.

“Sebetulnya tenaga ahli dari Austria mau datang untuk melihat kontur tanah. Rencana seperti itu, tetapi terus terang tidak bisa. Akan kami review lagi,” terangnya.

Pemkot Batu akan mengkaji ulang proyek kereta kabel, termasuk anggaran yang akan digunakan. Namun Dewanti belum bicara anggaran yang akan digunakan setelah adanya tinjauan ulang. “Jadi nanti semua akan direview, termasuk budgetnya, semoga bisa tahun depan,” ujar Dewanti.

Pada September 2019, Dewanti menggaungkan rencana proyek kereta kabel di Graha Pancasila. Saat itu, sejumlah perwakilan masyarakat datang.

Termasuk di antaranya Pemkot Malang dan perwakilan dari perusahaan yang akan menggarap kereta kabel, Doppelmayr. Nilai investasi yang dibutuhkan lebih dari Rp 300 miliar.

Sementara Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, Pemkot Batu lebih dulu memprioritaskan program pemulihan ekonomi. Proyek kereta kabel untuk sementara waktu belum diprioritaskan.

“September 2019 lalu sudah dilakukan pembahasan bersama Hans Jost Austria’s Cable Car Supplier and Manufacture, perusahaan Austria yang akan mengeksekusi pembangunan kereta kabel,” ungkap Punjul.

Pembahasan itu menyangkut regulasi pembangunan kereta kabel. Rencana pembangunan kereta kabel telah dituangkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2017-2022 maupun rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2021.

Serta regulasi lainnya telah dibahas dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Perubahan Perda (Peraturan Daerah). Menurut Punjul, untuk merealisasikan proyek ini, perlu persiapan panjang. Selain itu pengerjaan detail engineering design (DED) masih tertunda karena Covid-19.

Perusahaan Doppelmayr dari Austria dipilih untuk melaksanakan pembangunan. Perusahaan ini juga yang membangun London Eye dan Singapore Flyer. Tahap awal rencana pembangunan proyek kereta kabel akan menempuh jarak 4 KM hingga 5 KM yang melalui tiga hingga empat stasiun. ***

Penulis: Benni Indo
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved