Breaking News:

Berita Surabaya

Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan di Wonosari Wetan Kota Surabaya yang Tewaskan Korbannya

MN diringkus polisi gabungan dari Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Unit Reskrim Polsek Semampir Surabaya.

Foto Istimewa
Polisi saat mengevakuasi jasad korban pembacokan di Jl Wonosari Wetan II E Kota Surabaya, Jumat (16/10/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - MN atau Mat Nadin (60) warga Wonosari Wetan II E Surabaya akhirnya diringkus polisi.

Mat Nadin adalah pelaku pembacokan Ahmad Suhandi (51), tetangganya sendiri di Jl Wonosari Wetan II E Kota Surabaya, Jumat (16/10/2020) pagi.

Mat Nadin diringkus polisi gabungan dari Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Unit Reskrim Polsek Semampir Surabaya.

Kebenaran penangkapan pelaku itu disampaikan salah seorang petugas opsnal yang tak ingin namanya disebut.

"Iya benar, sudah tertangkap dan dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak, semalam," kata petugas tersebut.

Sementara itu Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum juga membenarkan penangkapan tersebut.

"Iya sudah tertangkap," singkat Ganis, Sabtu (17/10/2020).

Baca juga: Diduga Cemburu Buta, Pria di Surabaya Meninggal Dibacok Celurit dari Belakang, Pelaku Masih Buron

Seperti diberitakan sebelumnya, Mat Nadin (60) warga Jl Wonosari Wetan II E, Jumat (16/10/2020) sekitar pukul 09.00 WIB, nekat membacok Ahmad Suhadi (51), tetangganya sendiri hingga tewas.

Sebelum terjadi pembunuhan, keduanya sempat cekcok karena dugaan motif asmara.

Pelaku yang membawa senjata tajam jenis celurit langsung membacok korban hingga luka parah di sekujur tubuhnya.

“Korban sempat mau masuk ke rumahnya, mungkin mau ambil senjata. Tapi pelaku terus membacok dan korban tewas,” terang Arif, mantan Wakil Ketua RW setempat.

Usai melakukan aksi sadisnya, pelaku yang bekerja sebagai juru parkir di Pasar Maling Wonokromo, langsung melarikan diri ke rumah kakaknya di Jl Wonosari Wetan II C.

“Tadi petugas (Polisi) langsung mendatangi rumah kakaknya, tapi sudah tutup. Kemungkinan besar melarikan diri ke Sampang, Madura,” tambahnya.

Arif juga menyatakan, kuat dugaan aksi pembunuhan tersebut dilandasi rasa cemburu sejak 10 tahun lalu.

“Motifnya cemburu, namun tidak terbukti. Meski pernah dimediasi, mereka masih sering cekcok dan sempat mau berkelahi. Namun warga selalu berhasil melerai, sampai akhirnya tadi pagi ini,” pungkas Arif.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved