Breaking News:

Berita Trenggalek

Manfaatkan Limbah Kayu, Mantan ABK Asal Trenggalek Ini Bikin Miniatur Kapal Berharga Jutaan Rupiah

Ada dua limbah yang banyak ia temui: akar pohon jati, kayu bekas mebel, dan sisa triplek dari pabrik yang berdiri di desanya.

surya.co.id/aflahul abidin
Luluk Erva Kristiana bersama miniatur kapal pinisi buatannya. 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK - Awal 2019, Luluk Erva Kristiana merasa bosan bertahun-tahun bekerja sebagai tukang cat.

Pria 38 tahun itu memutar otak untuk bisa mengerjakan sesuatu yang lain.

Melihat banyaknya limbah kayu dan triplek di wilayah tempat tinggalnya di Desa Tumpuk, Kecamatan Tugu, Luluk dapat sebuah ide baru.

Yakni mengolah limbah tersebut menjadi barang yang punya nilai jual.

Setidaknya, ada dua limbah yang banyak ia temui: akar pohon jati, kayu bekas mebel, dan sisa triplek dari pabrik yang berdiri di desanya.

Awalnya, Luluk masih binggung soal apa yang akan ia buat dengan limbah-limbah itu.

"Tapi kemudian saya ingat, saya pernah lima tahun bekerja sebagai ABK (Anak Buah Kapal) di sebuah kapal," kenang dia.

Ingatan itu membuatnya tercetus membuat kerajinan miniatur kapal dari limbah yang ada.

Baca juga: Remaja 18 Tahun Tewas di Bengawan Solo Gresik, Diduga Tersangkut Jala saat Mencari Ikan

Luluk tak pernah belajar membuat sebuah kerajinan. Apalagi, kapal yang membutuhkan detail lumayan rumit.

Ia juga mengaku gagap teknologi alias gaptek.

Halaman
123
Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved