Breaking News:

Berita Tuban

Satgas Covid-19 Beda Sikap Soal Jam Malam, Bupati Tuban Fathul Huda : Resmi Berakhir

Dengan kabar berkembang yang membingungkan masyarakat itu, Bupati Tuban, H.Fathul Huda, angkat bicara.

surya.co.id/m sudarsono
Bupati Tuban, H.Fathul Huda didampingi Forkopimda saat konferensi pers perkembangan penyebaran covid-19 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Sikap tak seirama ditunjukkan tim Satgas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Tuban, menyikapi berakhirnya jam malam jilid III (tiga), yang berlaku 1-15 Oktober pukul 22.00 WIB.

Sebelumnya, Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban, Endah Nurul Khomariyati mengatakan jam malam diperpanjang hingga akhir Oktober.

Sementara itu, Kabag Kesra Pemkab Tuban, yang juga tim kesekretariatan Satgas Covid-19, Eko Julianto menyatakan, jam malam berhenti dengan berbagai evaluasi dan pertimbangan.

Namun, dengan kabar berkembang yang membingungkan masyarakat itu, Bupati Tuban, H.Fathul Huda, angkat bicara.

Orang nomor satu di Kabupaten Tuban tersebut menegaskan jika jam malam jilid tiga tidak diperpanjang alias berakhir.

"Jam malam resmi berakhir, per hari ini (jumat, red)," kata Bupati menanggapi perkembangan jam malam, Jumat (16/10/2020).

Meski pemberlakuan jam malam resmi ditiadakan, namun pria yang juga sebagai Ketua Satgas Covid-19 Tuban itu meminta masyarakat agar tetap mentaati protokol kesehatan.

Di antaranya menjaga jarak aman, pakai masker dan rajin cuci tangan, serta mengurangi aktivitas malam yang tidak diperlukan.

Hal itu semua bertujuan untuk terus menekan angka penyebaran covid-19, agar angka penyebaran terus turun dan Tuban menjadi zona hijau.

"Tetap saya imbau masyarakat agar mentaati protokol kesehatan, meski jam malam telah berakhir," pungkasnya.

Namun tak lama, Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban, Endah Nurul Khomariyati mengklarifikasi apa yang disampaikan di awal jika jam malam diperpanjang.

"Jam malam berakhir (15/10/20) tidak diperpanjang lagi," singkat perempuan yang juga sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan.

Sementara itu, Eko Julianto menyatakan, adapun tidak diperpanjangnya jam malam karena transmisi penyebaran covid-19 telah bisa dikendalikan, dengan indikator pertambahan kasus baru rendah dan kesembuhan naik.

"Pertimbangannya kasus baru rendah, kesembuhan naik. Sehingga jam malam jilid tiga berakhir," tutup Eko.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved