Breaking News:

Berita Madiun

Pertama di Indonesia, Polres Madiun Gelar Wayang Kulit Virtual dengan Lakon Corona Sumilak

Untuk pertama kalinya di Indonesia, Polres Madiun menggelar acara pagelaran seni Wayang Virtual dengan lakon "Corona Sumilak"

SURYA.CO.ID/Rahadian Bagus
Gladi bersih pagelaran wayang kulit virtual di Polres Madiun, Jumat (16/10/2020). 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Untuk pertama kalinya di Indonesia, Polres Madiun menggelar acara pagelaran seni Wayang Virtual dengan lakon "Corona Sumilak".

Wayang kulit yang bercerita tentang perang melawan Corona ini akan ditayangkan secara live di akun Instagram @polres_madiun, Youtube Polres Madiun, dan Facebook Polres Madiun pada Jumat (16/10/2020), pukul 20.00 WIB.

Kapolres Madiun, AKBP R Bagoes Wibisono mengatakan, pagelaran wayang virtual bertema pandemi virus Corona ini bertujuan untuk mensosialisasikan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) kepada masyarakat.

"Kegiatan pagelaran wayang virtual ini dalam rangka mengimbau kepada masyarakat agar disiplin menegakan protokol kesehatan," kata Bagoes.

Ia menuturkan, wayang kulit ini dimainkan anggota Bhabinkamtibmas Polres Madiun, Aiptu Hendry Setiawan sebagai dalang. Grup Karawitan Sekar Wiromo Pangarso, dibina oleh Aiptu Andik Mgesti, dan lima pesinden (Polwan) dari Srikandi Polres Madiun.

Bagoes menceritakan, dalam cerita wayang, bala tentara Siluman Corona merupakan pasukan dari Bethari Durga yang menginginkan Pandawa Nagari (Amarta) untuk dihancurkan ketika negaranya sedang terkena wabah.

Terjadilah pertempuran antara siluman Corona dengan Putra Pandawa (Gatotkaca, Antasena, Antareja). Namun, Putra Pandawa mengalami kekalahan.

Kemudian mereka menghadap tokoh Semar (Kapolda Jatim, Irjen Pol Dr Mohammad Fadil Imran), Kresna (Pangdam,Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah), Kunthi (Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa), beserta para Pandawa. Kemudian mereka diberikan petuah bahwa Corona tidak bisa dilawan dengan okol atau fisik, tetapi harus dengan akal.

Hal tersebut, dapat dilakukan dengan cara membuat kampung tangguh, 3T (testing, tracing, dan treatment), 3 M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dan operasi Yustisi), untuk menertibkan masyarakat yang membandel melanggar protokol kesehatan. Dengan senjata inilah Putra Pandawa berhasil mengalahkan semua siluman Corona.

Ia berharap pagelaran wayang kulit virtual yang belum pernah digelar sebelumnya di Indonesia ini dapat menghibur masyarakat dan semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved