Breaking News:

Berita Sidoarjo

BREAKING NEWS - Dirut Puspa Agro Dijebloskan ke Penjara terkait Kasus Korupsi Rp 8,29 Miliar

Dirut Puspa Agro, Abdullah Muhibuddin dan staf trading, Hery Jamari, saat keluar ruang penyidikan Pidsus Kejari Sidoarjo, Jumat (16/10/2020) sore.

surya.co.id/m taufik
Dirut Puspa Agro, Abdullah Muhibuddin dan staf trading, Hery Jamari, saat keluar ruang penyidikan Pidsus Kejari Sidoarjo, Jumat (16/10/2020) sore. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Mengenakan rompi tahanan warna merah dengan posisi tangan terborgol, Direktur Utama (Dirut) PT Puspa Agro, Abdullah Muhibuddin, dan staf trading, Hery Jamari, keluar dari ruang penyidikan Pidsus Kejari Sidoarjo, Jumat (16/10/2020) sore.

Dengan pengawalan ketat petugas kepolisian dan penyidik kejaksaan, keduanya dibawa masuk ke dalam mobil Nissan Evalia bernopol W 1070 NP. Sejurus kemudian, mobil warna hitam itu meninggalkan gedung Kejari Sidoarjo.

"Dibawa ke Rutan Kejati Jatim di Surabaya. Keduanya ditahan di sana," ujar petugas kejaksaan yang membawa dua orang tersebut.

Dirut Puspa Agro dan anak buahnya itu ditetapkan sebagai tersangka setelah beberapa jam menjalani pemeriksaan. Keduanya kemudian ditahan dengan tujuan memudahkan proses pemeriksaan.

"Terkait kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara sekira Rp 8,29 miliar. Keduanya dijerat pasal 2 dan 3 junto 55 KUHP," ujar Kasi Intelijen Kejari Sidoarjo Idham Kholid.

Kasusnya adalah jual beli ikan yang dilakukan oleh PT Puspa Agro dengan CV Aneka House, pada Juni hingga November 2015. Proses jual beli sekitar 7 kali itu tanpa melalui uji kelayakan dan disinyakir fiktif.

Mereka membeli ikan di pasar ikan Prigi, Paciran, dan sebagainya. "Dalihnya untuk diekspor, tapi kita cek di bea cukai dan sebagainya tidak ada. Diduga kuat jual beli fiktif, tapi pembayarannya jalan terus," urai Idham.

Penyelidikan terhadap perkara ini sudah dilakukan sekira satu tahun. Dan setelah beberapa alat bukti cukup, dua orang itu ditetapkan menjadi tersangka, kemudian dijebloskan ke dalam penjara.

"Kemungkinan ada tersangka lain? Sangat mungkin, karena seperti yang kita tahu, korupsi selalu berjamaah. Dan penyidik sedang mendalaminya," lanjut dia.

Di sisi lain, Abdul Salam selaku penasehat hukum tersangka mengaku langsung bersiap mengajukan penangguhan penahanan. Pengajuan itu akan disampaikan langsung ke Kejati Jatim.

"Sementara terkait upaya hukum lain, masih perlu kami bicarakan dengan klien kami. Sementara kami siapkan pengajuan penahanan," kata Salam.

Terkait jual beli ikan itu, Salam menyebut tidak fiktif. Jual beli ikan tersebut memang secara lepas tanpa kontrak.

"Hanya besar - kecilnya yang mungkin dipermainkan di bawah. Dan terkait persoalan itu, Dirut Puspa Agro juga sudah memidanakan Ardi, direktur Aneka House. Sudah divonis 3 tahun 4 bulan. Selain itu, juga menggugat perdata, dan sekarang masih proses," kata Salam.

Makanya, pihaknya mengaku agak heran, tiba-tiba perkara ini muncul. Kliennya ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan oleh penyidik Kejari Sidoarjo.

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved