Breaking News:

Pilkada 2020

Bawaslu Temukan Indikasi 571 Data Pemilih Baru Belum Masuk DPS Pilwali Blitar 2020

Berdasarkan data dari Dispendukcapil menyebutkan jumlah wajib KTP di Kota Blitar sekitar 117.000 jiwa.

surya.co.id/samsul hadi
Ketua KPU Kota Blitar menandatangani berita acara rapat pleno penetapan DPT Pilwali Blitar 2020, Jumat (16/10/2020). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Bawaslu Kota Blitar menemukan ada indikasi 571 data pemilih baru yang belum masuk Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilwali Blitar 2020.

Bawaslu menyampaikan saran perbaikan terkait temuan itu kepada KPU Kota Blitar.

Bawaslu menyampaikan temuan ada indikasi 571 data pemilih baru yang belum masuk DPS itu dalam rapat pleno terbuka penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilwali Blitar 2020, Jumat (16/10/2020).

"Ada indikasi 571 data pemilih baru yang belum masuk DPS. Kami memberikan saran perbaikan terkait temuan data itu ke KPU," kata Komisioner Bawaslu Kota Blitar Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga, Abdul Azis Al Kaharudin usai mengikuti rapat pleno penetapan DPT.

Azis mengatakan temuan indikasi 571 data pemilih baru yang belum masuk DPS itu hasil analisa DPT Pemilu 2020 dan DPS Pilwali 2020.

Bawaslu juga menyandingkan data tidak memenuhi syarat (TMS) DPT Pemilu 2019 dengan DPS Pilwali 2020.

"Selain itu, kami juga menganalisa data dari kependudukan. Hasilnya, kami menemukan indikasi ada 571 data pemilih baru yang belum masuk DPS yang sekarang ditetapkan menjadi DPT. Indikasi data pemilih baru itu ada yang alih status dan pindah," ujarnya.

Menurutnya, analisa data pemilih yang dilakukan Bawaslu belum sepenuhnya.

Masih ada sekitar 10.000 data pemilih yang belum dianalisa oleh Bawaslu.

Sebab, berdasarkan data dari Dispendukcapil menyebutkan jumlah wajib KTP di Kota Blitar sekitar 117.000 jiwa.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved