Breaking News:

Berita Situbondo

Terhubung ke NTB, Dua Pelabuhan Situbondo Mendesak Dikembangkan

Hal itu bisa diketahui dari adanya perubahan rute penyebarang dari pelabuhan Jangkar ke Pulau Kalianget, Sumenep Madura

surya/izi hartono
Kondisi pelabuhan tradisional Kalbut Situbondo yang selalu menjadi transit kapal-kapal penyeberangan. 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Pesatnya pergerakan perekonomian melalui penyeberangan antarpulau dari Sitbondo, ikut mendorong meningkatnya aktivitas di dua pelabuhan di wilayah kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan ( KSOP ) Panarukan, Kabupaten Situbondo.

Itu juga berimbas pada mendesaknya pengembangan dua pelabuhan yang saat ini menjadi sandaran utama di KSOP Panarukan, yaitu Pelabuhan Jangkar dan Pelabuhan Kalbut.

Hal itu bisa diketahui dari adanya perubahan rute penyebarang dari pelabuhan Jangkar ke Pulau Kalianget, Sumenep Madura. "Yang sebelumnya dari Jangkar ke Kalianget dua minggu sekali, sekarang satu hari dua kali," ujar Subagiyo, Direktur Pelabuhan Dirjen Perhubungan Laut kepada SURYA, Kamis (15/10/2020).

Selain itu, kata Subagiyo, pihaknya mendapat laporan kalau Pelabuhan Jangkar akan membuka rute baru ke Lembar, Lombok Barat (NTB) yang merupakan daerah destinasi wisata.

"Di lembar sudah siap dengan Pelabuhan Gili Mas untuk penyebarangan. Jadi ini prestasi Bupati Situbondo dan Gubernur Jawa Timur untuk mengembangkan perekonomian. Intinya kami dari Infrastruktur pelabuhan harus support," katanya.

Sejauh ini, lanjut Subagiyo, pihaknya akan menunggu proposal baik dari pihak KSOP maupun pemkab dan Dinas Perhubungan.

"Mungkin apa yang dibutuhkan untuk pengembangan, kalau Kalbut dan Jangkar jadi porsi pemerintah pusat . Dan kita suport melalui anggaran," jelasnya.

Saat ditanya kondisi Pelabuhan Kalbut, pelabuhan tradisional dan nasional yang merupakan tempat sandar kapal tangker LPG di Indonesia Timur, Subagiyo menilai itu menjadi kewajiban pemerintah untuk mengembangkannya.

"Jadi kalau kebutuhan untuk perkembangan, pasti kita rencanakan. Namun semua usulan itu harus didukung proposal yang dapat dipertanggungjawabkah," ujarnya.

Subagiyo menerangkan, anggaran pemerintah pusat terbatas sehingga harus selektif menangani skala proyek strategis nasional. "Saat ini skala stategis nasional gencar untuk pembangunan Lima Tali Baru, seperti Pelabuhan Bajo dan Kupang, Sulawesi Utara. Jadi semua program ditetapkan pemerintah," katanya.

Terkait Pelabuhan Kalbut, pihaknya masih akan melihat dan menunggu perkembangan Pelabuhan Bali dan Nusa Tenggara. Kalau dua pelabuhan itu beraktivitas maka otomatis ada koneksi ke Jawa Timur, khususnya di Situbondo. "Kalau di Pelabuhan Kalbut, nanti kita akan minta ada kajian seperti apa pengerukannya seperti apa,"kata Subagiyo. ****

Penulis: Izi Hartono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved