Breaking News:

Polri Diharap Adil soal Izin, PSHW: Demo Puluhan Ribu Boleh, Sepak Bola Tanpa Penonton Dilarang

"Harapan PSHW, harus ada ketegasan sikap dan perlakuan yang adil dari Polri," kata Dhimam Abror Djuraid, Presiden klub PSHW, Kamis (15/10/2020).

Surabaya.Tribunnews.com/Taufiqur Rochman
Presiden klub PS Hizbul Wathan, Dhimam Abror Djuraid berharap Polri lebih tegas dan adil terkait pemberian izin keramaian. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Polri diharap lebih adail soal izin kermaian. Pasalnya izin untuk demo dan kampanye Pilkada yang melibatkan puluhan ribu orang tidak ada kesulitan. Sedang lanjutan kompetisi yang tidak ada penontonnya hingga kini belum diizinkan meskipun sama-sama digelar di tengah pandemi.

Hal itu diungkap Presiden Klub PS Hizbul Wathan (PSHW) Dhimam Abror Djuraid, Presiden klub PSHW pada Surya.co.id, Kamis (15/10/2020).

Kontestan Liga 2 2020 asal Jawa Timur ini berharap Polri bersikap lebih tegas dan adil dalam memberikan izin keramaian.

Pasalnya, hingga saat ini Polri belum memberi izin laga lanjutan kompetisi dengan alasan kasus Covid-19 di Indonesia masih belum terkendali.

Dalam waktu bersamaan, Polri memberi izin demo puluhan ribu elemen masyarakat tentang UU Cipta Kerja, juga jalannya Pilkada yang dalam masa kampanye melibatkan banyak orang.

Padahal, lanjutan kompetisi berjalan dengan protokol kesehatan sangat ketat. Digelar tanpa penonton, setiap tim dan semua yang terlibat dalam pertandingan wajib tes swab dua minggu sekali.

Termasuk juga orang yang terlibat dalam satu pertandingan dibatasi hanya 270 orang dari semua kalangan.

"Harapan PSHW, harus ada ketegasan sikap dan perlakuan yang adil dari Polri," kata Dhimam Abror Djuraid, Presiden klub PSHW pada Surya.co.id, Kamis (15/10/2020).

"Kalau demo puluhan ribu orang diberi izin, Pilkada yang melibatkan kampanye ribuan orang dikasih izin, kenapa sepakbola tanpa penonton gak dikasih izin," tambahnya.

Akibat terganjal izin keramaian menggelar laga dari Polri, lanjutan kompetisi yang akan sejatinya akan digelar kembali pada 1 Oktober lalu, harus ditunda selama satu bulan , kick off 1 November.

Rencana ini terancam kembali gagal jika Polri tidak kunjung memberikan izin keramaian.

Untuk mengantisipasi situasi itu, PSSI membuat tiga opsi, lanjutan kompetisi kick off 1 November 2020 selesai bulan Maret 2021, kick off 1 Desember selesai April 2021.

Terakhir, kick off 1 Desember 2020, jika opsi ini yang akan menjadi pilihan, maka kemungkinan besar akan ada ubahan format yang digunakan untuk memangkas waktu agar pelaksanaan kompetisi tidak mengganggu persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada Mei-Juni 2021.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved