Breaking News:

Berita Surabaya

PT KAI Daop 8 Surabaya Lakukan Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan KA Jalan A Yani

Tahun 2020 pada periode Januari hingga September 2020 telah terjadi 22 kasus kecelakaan di perlintasan sebidang.

surya.co.id/ahmad zaimul haq
PT KAI Daop 8 Surabaya menggelar kegiatan sosialisasi keselamatan di Perlintasan KA Jalan A Yani Surabaya, Rabu (14/10/20). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Angka kecelakaan lalu lintas pada perlintasan sebidang rel KA di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya menunjukk peningkatan.

Pada tahun 2016 terjadi 30 kasus, tahun 2017 terjadi 47 kasus, tahun 2018 terjadi 51 kasus dan tahun 2019 terjadi 53 kasus.

Sedangkan untuk tahun 2020 pada periode Januari hingga September 2020 telah terjadi 22 kasus kecelakaan di perlintasan sebidang.

Atas dasar itu, PT KAI Daop 8 Surabaya bareng Dishub Provinsi Jawa Timur, Dishub Kota Surabaya serta Komunitas Pecinta KA, melakukan sosialisasi keselamatan di Perlintasan Jalan A.Yani Kota Surabaya, Rabu (14/10/2020).

"Sosialisasi keselamatan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang. Harapannya angka kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang dapat ditekan,” ujar Executive Vice President PT KAI Daop 8 Surabaya, Fredi Firmansyah, Rabu (14/10/20) di Pos Jaga Perlintasan KA dekat Royal Plaza Surabaya.

Baca juga: Disiplin Pengendara Rendah Picu Kecelakaan Lalu Lintas di Perlintasan Rel Kereta Api

Baca juga: Pengguna Jalan Melanggar Perlintasan Sebidang Kereta Api, Dikenakan Denda Rp 750 Ribu

Menurutnya, kolaborasi antara stakeholder dalam melakukan aksi sosialisasi ini memang sangat diperlukan, karena keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama.

Kegiatan sosialisasi hari ini dilakukan dengan membentangkan spanduk, membagikan masker serta hand sanitizer, bunga, bendera merah putih, dan membagikan pamflet yang berisi peraturan serta tata cara berkendara saat melewati perlintasan sebidang.

Tak hanya itu, imbauan pun juga disampaikan melalui pengeras suara agar pengguna jalan selalu berhati-hati.

Fredi juga menambahkan, perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan yang dibuat sebidang.

Dan, masih kata Fredi, banyaknya perlintasan sebidang di sepanjang rel dikarenakan meningkatnya mobilitas masyarakat pengguna kendaraan yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan jalan kereta api.

"Hal tersebut pula lah yang juga menjadikan perlintasan sebidang sebagai salah satu titik rawan kecelakaan," ucapnya.

Fredi berharap dengan sosialisasi ini, pengguna jalan bisa patuh dalam menaati aturan dengan berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain.

"Di samping itu, pengguna jalan juga wajib mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel dan aturan ini sejatinya telah tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114," tandasnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved