Breaking News:

Sambang Kampung

Warga Kebonsari Surabaya, Benahi Lingkungan Jadi Spot Foto dan Lahan Pangan Lestari

Tak hanya membudidayakan tanaman pangan, warga juga menata kampungnya untuk spot berswafoto sebagai bagian dari Kampung Wisata Kali Kebonsari

SURYA.CO.ID/Ahmad Zaimul Haq
SPOT FOTO - Warga RW 2 Kelurahan Kebonsari, Surabaya, menyulap bantaran sungai yang kumuh jadi spot foto sebagai bagian dari Kampung Wisata Kali Kebonsari. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Bantaran sungai identik dengan lingkungan dan kebiasaan kumuh warganya. Namun, hal berbeda tampak di RW 2 Kelurahan Kebonsari, Surabaya, yang dua tahun terakhir telah berbenah untuk menghilangkan kesan kumuh kampungnya.

Puji Astutik, fasilitator lingkungan Kebonsari mengungkapkan, untuk menghilangkan kesan kumuh kampungnya warga bekerja sama mengumpulkan sampah yang kerap di buang di bantaran sungai.

Tak tanggung-tanggung, kumpulan sampah itu mencapai 5 truk sampah.

"Saat sudah bersih kami dibantu Pertamina untuk paving, jadi kami semakin semangat membuat wilayah kami asri," ujar Puji, Senin (12/10/2020).

Secara perlahan, warga mulai menanam aneka tanaman pangan di lahan pangan lestasi. Berbatasan dengan pagar bambu pembatas paving buatan warga, aneka tumbuhan pangan ditanam di bantaran sungai.

"Segala macam tanaman sekarang ada, ada juga cabai pelangi buat kenang-kenangan kalau ada pengunjung ke kampung kami," urai Puji.

Tak hanya membudidayakan tanaman pangan, warga juga menata kampungnya agar layak dijadikan spot berswafoto sebagai bagian dari Kampung Wisata Kali Kebonsari.

Dengan adanya spot foto tersebut, pemandangan sungai yang ada di kampung menjdi lebih asri dan jauh dari kata kumuh.

"Ini juga kami jadikan destinasi saat kampung kami dikunjungi wisatawan," jelas Puji.

Selama pandemi Covid-19, jumlah wisatawan di kampung ini juga menurun. Untuk itu warga mengisi waktu dengan aktif membuat pot dari ban karet bekas.

"Banyak yang pesan, sampai 600 pot. Tapi kami belum bisa memenuhi karena bahan bakunya sulit," papar Puji.

Ban mobil bekas ini didapatkan warga dari bengkel-bengkal di Kebonsari. Ada yang diberi gratis dan ada yang beli hanya Rp 1.000 hingga Rp 2.000. Lantaran pihak bengkel juga kesulitan membuang ban bekas.

"Setelah pandemi, karena tidak ada pemasukan kami jadi berinovasi membuat tempat sampah dari ban ini. Dari RW 3 saja pesan 20. Jadi setiap malam warga bekerja sama untuk membuat pot ini," pungkas Puji.

Ratnawati, warga RT 6 RW 2 mengungkapkan, ia secara swadaya menanam tanaman pangan. Ia pun menjadi lebih berhemat dalam berbelanja.

"Kalau sudah waktunya panen dan ada wisatawan bisa bebas ambil. Ada cabai, daun jeruk, belimbing hingga pare," pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved