Breaking News:

PT KAI

Tekan Angka Kecelakaan, KAI Daop 7 Madiun Intensifkan Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan KA

PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun intensif melakukan sosialisasi fungsi pintu perlintasan Kereka Api.

Foto: humas daop VII madiun
Petugas dan Relawan KAI Daop 7 Madiun melakukan sosialisasi keselamatan masyarakat di perlintasan Kereta Api. 

SURYA.CO.ID | NGANJUK - PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun intensif melakukan sosialisasi fungsi pintu perlintasan Kereka Api.

Hal itu dilakukan setelah jumlah kasus kecelakaan akibat pelanggaran rambu perlintasan KA masih cukup tinggi.

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko menjelaskan, pintu perlintasan KA berfungsi untuk mengamankan perjalanan kereta api agar tidak terganggu pengguna, seperti kendaraan bermotor maupun manusia.

Itupun sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Pasal 110 Ayat 4.

"Perjalanan kereta api lebih diutamakan karena jika terjadi kecelakaan dampak dan kerugian yang ditimbulkan dapat lebih besar, sehingga pengguna jalan yang harus mendahulukan jalannya KA,” ujar Ixfan Hendiwintoko mendampingi VP Public Relations KAI, Joni Martinus dalam rilisnya, Senin (12/10/2020).

Selain itu, dikatakan Ixfan Hendriwintoko, pintu perlintasan kereta api merupakan alat bantu keamanan bagi para pengguna jalan.

Seperti halnya bunyi sinyal serta petugas penjaga perlintasan sebidang. Sedangkan rambu-rambu “STOP” yang telah terpasang yang menjadi penanda utama untuk diperhatikan pengguna jalan.

“Ada maupun tidak ada pintu di perlintasan sebidang maka pengguna jalan wajib berhenti sejenak dan menoleh kiri-kanan sebelum melewati perlintasan sebidang kereta api,” ujar Ixfan.

Memang, diakui Ixfan, hingga kini masyarakat khususnya pengguna jalan masih banyak yang belum memahami fungsi pintu perlintasan kereta api.

Pengendara kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain.

Pengendara juga wajib memastikan kendaraannya dapat melewati perlintasan sebidang dengan selamat, serta wajib memastikan pula kendaraannya keluar dari perlintasan sebidang apabila mesin kendaraan tiba-tiba mati di perlintasan sebidang.

"Silahkan membuka jendela samping pengemudi untuk meyakinkan ada tidaknya tanda peringatan kereta akan melewati perlintasan sebidang,” tambah Ixfan.

Adapun bagi pejalan kaki, imbuh Ixfan, wajib berhenti sejenak sebelum melintasi perlintasan sebidang, menengok ke kiri dan kanan untuk meyakinkan tidak ada kereta api yang akan melintas.

Di samping itu, tidak menggunakan telepon genggam dan headset pada saat melintasi perlintasan sebidang.

"Kami berharap masyarakat pengguna jalan untuk lebih mentaati aturan melintasi perlintasan sebidang, karena keselamatan lebih penting daripada kecepatan tiba di tujuan,” tutur Ixfan. 

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved