Jumat, 1 Mei 2026

Berita Sumenep

Rela Mundur atau Kabur, Ribuan Karyawan Rokok Sumenep Tolak Rapid Test,

Bahkan hampir seribuan karyawan pabrik rokok di Jalan Raya Sumenep-Pamekasan tersebut 'kabur' alias pulang

Tayang:
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Deddy Humana
surya/ali syahbana
Sebagian karyawan PT Tanjung Odi Sumenep keluar dari pabrik karena menolak mengikuti rapid test, Senin (12/10/2020). 

SURYA.CO.ID, SUMENEP - Kurangnya kesadaran akan pentingnya antisipasi mencegah Covid-19, membuat manajemen pabrik rokok PT Tanjung Odi Sumenep pasrah ketika semua karyawannya menolak mengikuti rapid test, Senin (12/10/2020).

Bahkan hampir seribuan karyawan pabrik rokok di Jalan Raya Sumenep-Pamekasan tersebut 'kabur' alias pulang. Alasannya, mereka tidak mau rapid test juga diwajibkan untuk anggota keluarga dan takut hasilnya reaktif.

"Semua karyawan yang ada di dalam sekarang menolak mengikuti rapid test, sebagian sudah ada yang pulang," kata Yuni, salah satu karyawan kepada TribunMadura.com.

Penolakan rapid test bagi karyawan dan keluarganya, katanya, terasa ribet dan ia takut hasilnya yang tidak-tidak. (reaktif) "Kalau dipaksa rapid test itu, saya minta istri saya untuk resign (mengundurkan diri) dari pabrik ini," kata suami dari Yuni yang menjemput di depan pintu pabrik itu.

Sebelumnya penolakan sudah ditunjukkan, Minggu (11/10/2020), oleh 500 karyawan gudang PT Tanjung Odi di Desa Gedungan, Kecamatan Batuan itu.

"Kami menolak kalau dilakukan rapid test dengan keluarga, karena orangtua kami tidak mau," kata salah satu karyawan.

Ia mengaku tidak masalah tidak mengikuti rapid test, sebab orangtuanya memilih berhenti kerja di gudang itu. "Orangtua kami tidak setuju kalau di-rapid test. Malah minta berhenti bekerja di gudang," terangnya.

Sementara Pjs Kasie Personalia dan General Affair PT Tanjung Odi, Ricky Cahyo menyampaikan bahwa rapid test itu merupakan syarat dari pemerintah agar gudang tembakau di pabrik itu bisa dibuka kembali.

"Gudang ini sudah tutup dua minggu, jadi rapid test ini sebagai syarat dari pemerintah agar gudang bisa buka kembali," kata Ricky. ****

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved