Breaking News:

Berita Mojokerto

Pria Mojokerto Edarkan Uang Palsu Rp 23 Juta untuk Transaksi Bisnis Tokek, Ngaku Dapat dari Surabaya

Dia mengedarkan Upal dengan kualitas 1:2 sehingga publik cukup sulit membedakannya lantaran nyaris menyerupai uang asli.

surya.co.id/mohammad romadoni
Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Rahmawati Laila membeberkan hasil barang bukti kasus kejahatan uang palsu (kiri) dan tersangka (kanan) 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Anggota Satreskrim Polres Mojokerto Kota meringkus pelaku sindikat pengedar uang palsu (upal) yang sudah beraksi di wilayah Kota/ Kabupaten Mojokerto.

Hasil ungkap kasus menonjol tersebut diperoleh barang bukti dari tangan pelaku yaitu upal nominal Rp 100 ribu dan total jumlahnya mencapai Rp 18,2 juta.

Pelaku bernama Musrilan (51) warga Dusun Bakalan, Desa Mojodadi, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

Dia mengedarkan Upal dengan kualitas 1:2 sehingga publik cukup sulit membedakannya lantaran nyaris menyerupai uang asli.

Modus pelaku yakni membelanjakan uang palsu untuk membayar bisnis miliknya yang berkecimpung dalam usaha penakaran hewan Tokek.

Korban adalah pengusaha Tokek bernama M Qomari (44) warga Desa Mojopilang, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

Dia baru sadar uang yang ia terima dari pelaku ternyata uang palsu ketika membeli bensin di SPBU.

Petugas SPBU komplain lantaran korban membeli Pertalite memakai uang palsu.

Korban geram dan merasa kesal merasa sudah ditipu mentah-mentah oleh pelaku akhirnya dia melaporkan kasus ini ke Polres Mojokerto Kota.

"Kami mendapat laporan dari korban terkait adanya pengedar upal setelah dilakukan penyelidikan pelaku berhasil ditangkap di rumahnya kemarin," ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Rahmawati Laila, Senin (12/10/2020.

Halaman
123
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved