Breaking News:

Penanganan Covid

Jumlah Pelanggar Prokes Covid-19 di Kota Mojokerto Capai 1.392 Orang, Didominasi Tak Pakai Masker

Jumlah pelanggar protokol kesehatan Covid-19 di Kota Mojokerto semakin naik hingga mencapai 1.392 orang.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Parmin
surya.co.id/mohammad romadoni
Petugas Satpol PP Kota Mojokerto menertibkan masyarakat yang kedapatan tidak mengenakan masker di jalan protokol Kota Mojokerto, Minggu (11/10/2020). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO- Jumlah pelanggar protokol kesehatan Covid-19 di Kota Mojokerto semakin naik hingga mencapai  1.392 orang

Ribuan orang pelanggar disiplin Prokes Kesehatan Covid-19 di Kota Mojokerto mayoritas paling banyak ialah tidak mengenakan masker dan menjaga jarak aman (Phsycal Distancing).

"Total pelanggar selama kurang lebih 46 hari sejak 26 Agustus 2020 sampai hari hari sebanyak 1.392 pelanggar protokol kesehatan Covid-19," ungkapnKasatpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono kepada Surya.co.id, Minggu (11/10/2020).

Dodik menyebut peningkatan jumlah pelanggar penegakan Prokes Covid-19 tersebut diduga lantaran kedisiplinan warga masih sangat kurang terhadap kepedulian dirinya maupun orang lain disekitar. Seharusnya, mereka mengenakan masker sebagai alat pelindung diri mengantisipasi penyebaran Virus Corona.

"Pelanggar penegakan Prokes Covid-19 semakin bertambah ada ribuan orang yang rinciannya sudah disesuaikan dengan sanksi yang bersangkutan yaitu, kerja sosial 385 orang, sanksi ditempat 97 orang dan denda 910 orang," terangnya.

Menurut Dodik, hasil denda razia masker dari pelanggar tidak mengenakan masker pada September 2020 sampai kini sudah  terkumpul lebih dari senilai 17 juta. Uang denda itu diterima dalam kas Daerah dari  setiap pelanggar yang langsung membayar pada Dinas DPPKA.

"Mayoritas mereka didenda Rp.25 ribu masyarakat umum sesuai Pergub nomor 2 tahun 2020 sedangkan berbeda dengan tempat usaha yang dikenakan denda Rp.200 ribu sesuai Perwali nomor 55 tahun 2020 sebab mereka pelaku usaha memilki tangung jawab mengingatkan para pelanggannya," bebernya.

Kegiatan penegakan Prokes Covid-19 di Kota Mojokerto sudah berjalan sejak lama pada pertengahan Juli namun menyesuaikan kondisi saat itu lebih menekankan Punishment berupa kerja sosial. Kemudian, baru diberlakukan sanksi denda awal September 2020 sesua Perwali dan Peratauran Gubernur Jatim tersebut.

Apalagi, banyak pelanggar protokol kesehatan di tempat umum seperti di warung kopi, cafe, jalan jalan protokol, Alun-Alun hingga pasar tradisional.

"Kami sudah menindak lebih dari 20  tempat usaha yang kedapatan melanggar protokol kesehatan dan sesuai perwali nomor 55 tahun 2020 tempat usaha kita kenakan 200 ribu," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved