Minggu, 26 April 2026

Berita Surabaya

Sebelum Dibebaskan, Peserta Aksi Tolak Omnibus Law Menangis Saat Menelpon Ibunya

Galang yang duduk di kelas XII SMK di Gresik ikut ditahan di Polda Jatim setelah aksi yang berlangsung ricuh, Rabu (8/10/2020).

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Deddy Humana
surya/syamsul Arifin
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko memberi keterangan saat pembebasan peserta aksi menolak Omnibus Law yang ditahan di Polda Jatim, Jumat (2/10/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Polda Jatim akhirnya embebaskan 620 dari 634 orang peserta unjuk rasa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, Jumat (9/10/2020). Yang unik, ada salah seorang peserta aksi yang ternyata menangis ketika menelepon ibunya, sebelum ia dibebaskan dari tahanan.

Hal itu dituturkan Duaristi Amelia (38), warga Panceng Gresik, yang juga ibu dari pendemo bernama Galang Zulfikar. Galang yang duduk di kelas XII SMK di Gresik ikut ditahan di Polda Jatim setelah aksi yang berlangsung ricuh, Rabu (8/10/2020).

“Tadi pagi saya ditelepon anak saya. Saya diminta membawa KTP, KK, dan Akta kelahiran. Saya kaget karena ia menangis saat menelpon,” tutur Duaristi saat menunggui anaknya dibebaskan di Mapolda Jatim, Jumat, (9/10/2020).

Duaristi tidak mengira anaknya ikut aksi unjuk rasa menolak UU Omnibus Law di Surabaya. Sebelumnya, Galang berpamitan untuk bermain karena biasanya memang sering nongkorong bersama teman-temannya.

Namun ternyata Galang malah berangkat ke Surabaya untuk ikut berdemo. “Anak saya ditangkap saat mandi di sebuah gedung. Mungkin setelah berdemo lalu ditangkap,” isaknya.

Tangis sang ibu pun berubah bahagia setelah anaknya dipanggil pertama kali untuk dibebaskan. Bersama ibunya, atau nenek Galang, Risti langsung memeluk anaknya itu.

Seperti diketahui, Polda Jatim membebaskan 620 pendemo dari jumlah 634 orang. Namun, 14 diantaranya ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka atas pengerusakan sejumlah fasilitas umum. ****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved