Breaking News:

PT KAI

Hingga Awal Bulan Oktober, Jumlah Kecelakaan di Perlintasan KA Wilayah Daop 7 Capai 36 Kasus

Hingga awal bulan Oktober 2020, tercatat ada 36 kasus kecelakaan di perlintasan Kereta Api di wilayah Daop 7 Madiun PT Kereta Api Indonesia.

surya.co.id/rahadian bagus
Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko. 

SURYA.CO.ID | NGANJUK - Hingga awal bulan Oktober 2020, tercatat ada 36 kasus kecelakaan di perlintasan Kereta Api di wilayah Daop 7 Madiun PT Kereta Api Indonesia.

Hal itu menunjukkan masih adanya kekurang disiplinan masyarakat saat berlalu lintas di perlintasan Kereta Api.

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, terjadinya kecelakaan di perlintasan KA itu menunjukkan perilaku masyarakat yang masih tidak mentaati rambu-rambu lalu lintas yang dapat merugikan dirinya maupun orang lain.

"Sampai awal Oktober 2020 tercatat 12 orang korban meninggal, luka berat 7 orang, dan luka ringan sebanyak 10 orang pada kecelakaan di perlintasan KA di wilayah Daop 7 Madiun," kata Ixfan Hendriwintoko dalam rilisnya, Jumat (9/10/2020).

Kecelakaan tersebut, dijelaskan Ixfan, tidak hanya terjadi pada perlintasan sebidang yang liar, tapi juga bisa terjadi di perlintasan yang sudah ada palang pintunya.

Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 menyatakan, pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

"Makanya, kami selalu mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama mentaati rambu-rambu yang ada serta lebih waspada saat akan melintasi perlintasan sebidang kereta api," ujar Ixfan mendampingi VP Public Relations PT KAI, Joni Martinus, .

Disamping itu, menurut Ixfan, kecelakaan di perlintasan sebidang tidak hanya merugikan pengguna jalan, tapi juga dapat merugikan KAI. Diantaranya tidak jarang perjalanan KA lain terhambat, kerusakan sarana ataupun prasarana perkeretaapian, hingga petugas KAI yang terluka akibat kecelakaan di perlintasan sebidang.

"Untuk itu, sekali lagi kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh rambu-rambu yang ada, berhenti sebelum melintas, serta tengok kanan dan kiri terlebih dahulu. Hal ini harus menjadi budaya pada masing-masing pengguna jalan demi keselamatan bersama," tutur Ixfan.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved