Minggu, 26 April 2026

Berita Surabaya

Aksi Tolak UU Cipta Kerja di DPRD Jatim, Mahasiswa Cipayung Plus Taburkan Bunga dan Pekikan Tahlil

Sejumlah elemen mahasiswa menggelar aksi tolak UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Jatim, Jumat (9/10/2020).

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Sejumlah elemen mahasiswa yang mengatasnamakan Cipayung Plus Jawa Timur menggelar aksi tolak UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Jatim, Jumat (9/10/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sejumlah elemen mahasiswa yang mengatasnamakan Cipayung Plus Jawa Timur menggelar aksi di depan Gedung DPRD Jatim, Jumat (9/10/2020). Mereka menyuarakan penolakan terhadap omnibus law UU Cipta Kerja.

Masa gabungan dari tujuh organisasi ini silih berganti menyuarakan tuntutan pencabutan omnibus law UU Cipta Kerja.

Di antara tiga tuntutan yang disampaikan adalah menolak keras UU Cipta Kerja, meminta DPR RI melakukan legislative review serta mengajak elemen lainnya menolak UU tersebut.

"Kami meminta DPRD Jatim bisa menyuarakan aspirasi kami kepada DPR RI serta Presiden bahwa kita bersama-sama menolak," kata Ketua Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur, Yogi Pratama.

HMI Jatim yang menjadi salah satu di antara tujuh elemen Cipayung Plus akan menyiapkan aksi lanjutan apabila tak ada respon positif dari pemerintah.

"Kami akan menunggu. Jika tidak dibatalkan, kami siapkan aksi yang lebih besar, tegasnya.

Ketua Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Jawa Timur, Andreas Susanto menambahkan, bahwa Cipayung Jatim sejak awal menolak.

"Kami juga melihat secara komprehensif, bahkan meminta pandangan dan kajian kepada para pakar," katanya.

Lebih detail, pihaknya menyorot isi UU Cipta Kerja, di antaranya adalah adanya klaster tenaga kerja yang dianggap merugikan buruh dan menguntungkan pengusaha secara sepihak.

"Kami dengan tegas menolak bukan lagi menunda," katanya.

Massa lantas diterima Anggota DPRD Jatim, Hartoyo.

Hartoyo yang mewakili Fraksi Demokrat pun menerima aspirasi mahasiswa dan berjanji melaporkan ke DPRD sebagai lembaga.

"Kami akan melobi beberapa partai lain untuk sama-sama bersikap menolak UU ini. UU ini tak memiliki urgensi untuk dibahas, apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini," kata Hartoyo.

Tak berhenti di situ, ia juga akan berkoordinasi dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa untuk bersama bersurat ke pusat.

"Kami rasa eksekutif juga memiliki komitmen bersama untuk mendukung buruh dan mahasiswa," kata Hartoyo yang juga mantan Ketua Komisi E DPRD Jatim ini.

Menariknya, saat Hartoyo berorasi para demonstran juga menaburkan bunga dengan pekikan kalimat Tahlil. "Laa ilaha Illallah.... Laa ilaha Illallah...," ujar para demonstran bersahutan.

Taburan bunga ini pun sempat mengenai Hartoyo. Namun, Hartoyo tetap melanjutkan orasinya sekaligus mendukung aksi mahasiswa.

Para pendemo juga melakukan aksi teatrikal, seperti melakukan tabur bunga di halaman di depan kantor DPRD Jatim. Para mahasiswa juga berdoa bersama berharap agar pemerintah membatalkan UU tersebut.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved