Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

BI Dorong Pengembangan Model Bisnis ZISWAF dan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren  

Hari ketiga Festival Ekonomi Syariah (FESyar) regional Jawa, Rabu (7/10/2020), diisi berbagai forum salah satunya tentang ZISWAF.

Foto:bi jatim
Ketiga Festival Ekonomi Syariah (FESyar) regional Jawa, Rabu (7/10/2020), diisi tentang ZISWAF (Zakat, Infaq, Shodaqoh, dan Waqaf). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hari ketiga Festival Ekonomi Syariah (FESyar) regional Jawa, Rabu (7/10/2020), diisi dengan berbagai forum yang salah satunya tentang ZISWAF (Zakat, Infaq, Shodaqoh, dan Waqaf).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah menyampaikan bahwa  pandemi Covid-19 berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa yang melambat cukup signifikan dibandingkan dengan tahun 2019.

 "Mempertimbangkan besarnya penduduk muslim di Indonesia, perkembangan ekonomi syariah sebagai upaya mendorong percepatan pemulihan ekonomi Jawa dan Nasional, diyakini sangat potensial untuk dilakukan yang bersinergi dengan pemerintah, instansi negara, maupun lembaga keuangan, hingga pesantren," ungkap Difi.

Dari sisi Lembaga Keuangan Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan menyampaikan bahwa dalam rangka mengakselerasi pemberdayaan ekonomi di lingkungan pesantren, kebijakan ekonomi syariah berbasis pesantren harus fokus pada 3 area. 

"Yaitu membangun sinergi dan integritas ekonomi dan keuangan syariah dalam suatu ekosistem ekonomi yang lengkap," kata Wimboh.
Kemudian meningkatkan literasi dan membuka akses keuangan syariah pada masyarakat agar terbangun deman produk syariah. Dan adaptasi digital yang lebih luas dan massif dalam ekonomi dan keuangan syariah.

Dalam forum bertajuk “Peran Strategis Pesantren Dalam Perekonomian Daerah”, Emil Elistianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur menyampaikan bahwa kinerja perbankan syariah di Jawa Timur periode Januari-Agustus 2020 masih perlu dioptimalkan.

"Faktor trust menjadi kunci mengoptimalkan kinerja perbankan syariah," kata Emil.

Lebih lanjut Emil menyebutkan, pesantren memiliki peran khusus dalam pembangunan di Jawa Timur. Antara lain sebagai  pusat pendidikan ilmu keagamaan.

"Kemudian Pusat pengembangan ilmu pengetahuan, dan pusat pemberdayaan masyarakat, serta  pusat pengembangan ekonomi," ungkap Emil.

Di sisi lain, dalam mendukung akselerasi ekonomi syariah dibutuhkan pula model bisnis ZISWAF yang mampu dioptimalisasikan penggunaannya.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved