Breaking News:

Citizen Reporter

Strategi Multimodal dan Pisuhan Plesetan, Hari Kedua Seminar Nasional Pekan Chairil Anwar

Seminar tersebut kerja sama Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (FIB Unej), Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) Jember.

Editor: Parmin
Foto: istimewa
Umilia Rokhani, salah satu pembicara dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta. 

Meski mengumpat, nilai rasa menjadi berbeda. Cara lain, tetap menggunakan pisuhan asli, tetapi diperluas dengan kata-kata lain.

Contohnya, pisuhan diamput diplesetkan menjadi diamputasi tenan. Menurut Erna, pisuhan plesetan, terasa lebih sopan, walaupun sebetulnya maksud yang sebenarnya tersampaikan, yakni ekspresi kekesalan atau kemarahan.

Dalam seminar itu, selain sastra, iklan, musik, dan film, juga dibahas tentang tradisi lisan, kearifan lokal, industri kreatif, dan proses pembelajaran bahasa dan sastra pada masa pandemi Covid-19.

Pembicara bukan hanya para dosen, tetapi juga peneliti, mahasiswa S2, mahasiswa S3, guru, dan pengamat pendidikan dari berbagai daerah di Nusantara.

Pada akhir acara, semua pemakalah dan peserta mendapat fasilitas gratis berupa e-sertifikat, e-prosiding setebal 720 halaman, dan file-file buku dan prosiding hasil seminar HISKI Komisariat Jember yang dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya.

E-prosiding dan file buku/prosiding tersebut dapat diunduh secara gratis melalui subdomain HISKI Jember, yakni hiskijember.fib.unej.ac.id.

Heru SP Saputra
Dosen Prodi Sastra Indonesia
Universitas Jember
heruespe@gmail.com

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved