Breaking News:

Berita Jawa Timur

Langgar Prokes Covid-19, 56 Tempat Usaha di Jatim Ditutup Paksa

Selain menghentikan sementara 56 tempat usaha, juga dibebankan hukuman kurungan kepada empat orang pelanggar prokes.

Foto:diskominfo jatim untuk surya.co.id
Gubernur Khofifah memberi keterangan terkait perkembangan covid-19 di Jatim. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Operasi yustisi yang digencarkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, telah menutup paksa sebanyak 56 tempat usaha karena terbukti melanggar protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Sampai Selasa (6/10/2020), tercatat operasi yustisi telah dilakukan di 74.694 titik di seluruh wilayah Jatim, dan memberikan penindakan pada 1.061.014 orang. Mulai dari teguran, denda administrator hingga melakukan kerja sosial.

Selain menghentikan sementara 56 tempat usaha, juga dibebankan hukuman kurungan kepada empat orang pelanggar prokes.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa operasi yustisi dilakukan secara sinergis dengan Satpol PP, TNI juga Polri. Tim yang tergabung dalam Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan itu bergerak menyisir masyarakat agar taat prokes.

“Kita sudah ada dalam pandemi lebih dari enam bulan. Sosialisasi sudah lama dilakukan, maka sekarang saatnya law enforcement atau penegakkan hukum. Maka ini dilakukan agar masyarakat taat bermasker, tidak berkerumun dan menghindari kerumunan,” ujar Khofifah.

Di sisi lain, pendekatan humanis juga terus dilakukan. Tidak hanya menindak para pelanggar prokes, Khofifah menyebut bahwa masyarakat yang sudah taat juga mendapatkan reward atau hadiah berbasis kearifan lokal.

“Saat operasi yustisi, juga diberikan reward bagi yang menggunakan masker. Jadi sama-sama dihentikan di jalan, tetapi yang pakai masker kita beri reward,” ujar Khofifah.

Pemberian reward ini menjadi salah satu cara mengedukasi masyarakat. Terlebih reward bisa menjadi wujud apresiasi atau penghargaan pemerintah atas kepatuhan masyarakat dalam upaya penurunan penyebaran Covid-19.

Hasil dari operasi yustisi ini, dikatakan Khofifah, kasus positif cenderung melandai. Selain itu, rate of transmission atau tingkat penularan di Jawa Timur telah di bawah 1 selama 14 hari. Saat ini laju penyebaran Covid-19 Jatim adalah 0.93. Artinya penyebaran kasus relatif terkendali.

Tidak hanya itu, mantan Menteri Sosial ini juga menegaskan bahwa positivity rate di Jatim pekan ini menjadi 10 persen. Angka ini menurun dari sebelum operasi Yustisi yang mencapai 16 persen. Artinya semakin banyak yang dites, semakin sedikit kasus yang ditemukan. ***

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved