Breaking News:

Berita Malang Raya

Gali Ragam Potensi Batik Malangan, Puluhan Perajin Unjuk Karya di Batik Kucecwara 2020

Ragam jenis batik dipamerkan dalam gelaran Batik Kucecwara 2020 yang digelar di Gedung DPRD Kota Malang sejak 3 Oktober 2020

SURYA.CO.ID/Rifky Edgar
Pengunjung saat melihat kain batik dalam acara pameran Batik Kucecwara 2020 yang digelar di DPRD Kota Malang, Senin (5/10/2020). 

TRIBUNNEWSWIKI, Malang - Ragam jenis batik dipamerkan dalam gelaran Batik Kucecwara 2020 yang digelar di Gedung DPRD Kota Malang sejak 3 Oktober, hingga 9 Oktober 2020.

Gelaran tersebut diikuti oleh 30 perajin batik se-Malang Raya dengan menampilkan hasil kerajinan seperti, kain batik, dompet, hijab, masker, tas, sandal dan beragam produk lainnya.

Selain itu, ada pula Topeng Malangan hingga coklat yang dibentuk menyerupai Tugu Kota Malang.

Panitia pelaksana acara Maria Karnela mengatakan, pameran ini digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional pada 2 Oktober 2020 lalu.

Pameran ini juga dilakukan dalam rangka menggali potensi Batik Malangan melalui aspirasi yang dilakukan oleh masyarakat.

Selain pameran, pihaknya juga menggelar kegiatan sarasehan, workshop batik ecoprint, hingga penampilan kesenian seperti grup keroncong.

"Jadi kami ini memunculkan Batik Malangan. Jika selama ini penggalian diadakan melalui lomba, maka kami melakukannya dengan pameran," terangnya, Selasa (6/10/2020).

Maria mengatakan, para perajin batik tersebut sudah memiliki ciri khas masing-masing. Tinggal nantinya, dia meminta pengunjung pameran memilih motif batik Malang yang menjadi favoritnya dengan cara memberikan voting.

"Biarlah nanti masyarakat yang menilai. Nantinya, motif batik yang votingnya paling banyak akan kita jadikan salah satu batik khas Malang," imbuhnya.

Dari pantauan di lokasi, pameran yang digelar selama seminggu itu juga cukup banyak didatangi oleh para pengunjung. Bahkan, beberapa produk dari perajin batik banyak yang sudah laku.

Seperti produk tas dengan balutan batik yang dijual oleh Ratih Mustika, owner Ran Beautique.

"Ya Alhamdulillah, sudah tiga hari ini banyak yang terjual," ucap Ratih.

Ratih mengatakan, pameran batik di DPRD ini merupakan pameran pertama yang dia ikuti selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Dia berharap, nantinya akan ada pameran-pameran lanjutan yang bisa membangkitkan lagi gairah UMKM di Kota Malang.

"Harapan kami ke depan semakin banyak pameran. Karena kami juga butuh dorongan dan semangat dari berbagai pihak. Agar kita ini bersama-sama bisa bangkit kembali di masa pandemi Covid-19," tandasnya.

Penulis: Akira Tandika
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved