Breaking News:

Berita Malang Raya

10 Tahun Janji Revitalisasi Tak Direalisasi, Pedagang Pasar Blimbing Gugat Pemkot Malang

pedagang Pasar Blimbing kesal menunggu 10 tahun, namun revitalisasi Pasar Blimbing tidak kunjung dikerjakan.

surya/kukuh kurniawan
Kuasa hukum pedagang Pasar Blimbing, Wiwit Tuhu (tengah, memakai tas selempang) berfoto bersama para pedagang Pasar Blimbing, sebelum sidang gugatan class action di PN Kota Malang, Selasa (6/10/2020). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Sidang perdana gugatan class action antara pedagang Pasar Blimbing dengan pihak tergugat yaitu Pemkot Malang dan PT Karya Indah Sukses (PT KIS), berlangsung di Pengadilan Negeri (PM) Kota Malang, Selasa (6/10/2020) siang.

Sidang gugatan class action dilakukan pedagang Pasar Blimbing karena kesal menunggu selama 10 tahun, namun proyek revitalisasi Pasar Blimbing tidak kunjung dikerjakan.

Selain itu para pedagang Pasar Blimbing tidak dilibatkan dalam kerjasama revitalisasi antara pemkot Malang dengan PT KIS selaku kontraktor pembenahan Pasar Blimbing.

Kuasa hukum pedagang Pasar Blimbing, Wiwit Tuhu mengatakan, gugatan yang diajukan dalam sidang tersebut adalah mendesak pembatalan perjanjian kerjasama antara Pemkot Malang dengan PT KIS.

"Perjanjian yang dibuat pada 2010 itu sama sekali tidak melibatkan para pedagang Pasar Blimbing. Jadi (klien) kami merasa dirugikan," ujar Wiwit, Selasa (6/10/2020).

Wiwit menjelaskan, para pedagang juga tidak mengetahui detail formalnya isi perjanjian. Dan disinggung mengenai poin apa yang dirasa merugikan, Wiwit menerangkan hal itu bukan kapasitasnya.

"Kalau poin-poin perjanjian bukan pada kapasitas kami. Kalau isinya (perjanjian kerjasama) yang bisa menjelaskan adalah Pemkot Malang dan PT KIS," ungkapnya.

Wiwit juga menerangkan, sebanyak 2.250 pedagang Pasar Blimbing telah menyetujui gugatan tersebut. "Namun yang mewakili ribuan pedagang tersebut di pengadilan, hanya 5 orang pedagang," tambahnya.

Sayang, sidang perdana yang dimulai sekitar pukul 14.10 WIB terpaksa harus ditunda hingga tiga pekan mendatang. Karena pihak tergugat kedua, yaitu PT KIS tidak hadir. Sementara yang hadir hanya tergugat pertama yaitu Pemkot Malang.

Wiwit mengaku kecewa karena sidangharus ditunda. "Meskipun sidang ditunda, kesiapan kami tetap sama," ucapnya.

Sementara Kepala Bagian Hukum Pemkot Malang, Tabrani mengungkapkan bahwa pihaknya telah siap menghadapi gugatan para pedagang Pasar Blimbing. "Kalau dari kami sendiri, digugat ya siap saja," kata Tabrani.

Tabrani menambahkan, pihaknya akan mengikuti proses peradilan secara semestinya. "Karena sudah masuk wilayah hukum, berjalan semestinya saja. Akan kami ikuti," pungkasnya. ***

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved