Breaking News:

Pemprov Jatim

Pemprov Jatim Kebut Pengadaan Lahan untuk Akses Puspa Agro ke Jalur Arteri dan Jalan Tol

Akses menuju Puspa Agro dari jalur arteri dan jalan tol Surabaya dan Sidoarjo segera terealisasi.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubernur Khofifah bersama jajaran saat meninjau kawasan Puspa Agro dalam perencaan pembukaan akses jalan ke arteri Raya Kletek, Minggu (2/8/2020). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Akses menuju Puspa Agro dari jalur arteri dan jalan tol Surabaya dan Sidoarjo segera terealisasi. 

Pada akhir tahun ini, dalam anggaran perubahan APBD 2020 telah dianggarkan sebesar Rp 20 miliar untuk pembebasan lahan pembangunan akses keluar dari Puspa Agro menuju jalan Raya Kletek. 

Dengan begitu maka akses jalan bagi truk muatan logistik dari maupun ke Puspa Agro akan lebih optimal dan lebih mudah. Hal ini dilakukan demi menjadikan Puspa Agro sebagai hub untuk logistik di Jawa Timur. 

"Atas seizin ibu gubernur, dalam perubahan anggaran keuangan APBD tahun 2020 sudah ada biaya untuk pembebasan lahan yang akan digunakan sebagai akses jalan menuju Puspa Agro dari Raya Kletek," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Nyono, Senin (5/10/2020). 

Nyono menyebutkan bahwa untuk akses Puspa Agro - Raya Kletek ini memang membutuhkan pembebasan lahan yang cukup banyak. Total ada sebanyak 43 bidang tanah yang harus dibebaskan. Sisanya ada lahan aset Pemprov Jatim sendiri namun hanya sepanjang 500 meter. 

Termasuk diantaranya adalah tanah aset desa dan juga tanah milik masyarakat. Selain itu juga ada lahan fasum yang harus dibebaskan agar membuat Puspa Agro berkembang dengan tunjangan akses jalan yang memadai. 

Sebab masalahnya yang menyebabkan Puspa Agro kurang berkembang adalah akses jalan yang kurang lancar dan sering macet. Sehingga truk kontainer muatan barang terjebak di jalan yang sempit jika dari Raya Kletek. 

"Anggaran yang kita masukkan dalam perubahan anggaran keuangan ini adalah Rp 20 miliar. Akhir tahun ini kita fokus di sana sehingga pembangunan jalan bisa dimulai tahun 2021," tegas Nyono. 

Lebih lanjut Nyono menyebutkan bahwa di tahun 2021 akan dimulai pembangunan jalan, baik untuk Puspa Agro - Raya Kletek maupun Puspa Agro - Tol Surabaya Sidoarjo. Khusus untuk Puspa Agro - Tol Surabaya Sidoarjo masuk dalam anggaran pinjaman daerah dan juga APBN. 

Sebab pengembangan Puspa Agro ini juga mendapatkan jatah anggaran dana dari implementasi Perpres Nomor 80 Tahun 2019 tentang pengembangan ekonomi Jawa Timur.

"Untuk yang akses ke tol, butuh pembangunan jalan konektor sepanjang 7 kilometer. Enam kilometernya nanti akan berbentuk jalan umum, lalu yang satu kilo nanti sudah masuk interchange," tegas Nyono. 

Karena jalan umum, maka Nyono menyebutkan bahwa hal itu akan mendatangkan manfaat bagi masyarakat. Pasalnya harga NJOP di kawasan tersebut akan merangkak naik seiring dengan adanya akses ke jalan tol

"Total pembangunan akses tol ini butuh dana Rp 1 trilliun lebih. Sebesar Rp 700 miliar untuk pembangunan jalan, sekitar Rp 300 miliarnya untuk pembebasan lahannya," tegas Nyono. 

Terpisah, Plt Kepala Bappeda Jatim Bobby Soemiarsono sebelumnya sempat di perubahan anggaran keuangan APBD Tahun 2020 ini memang Pemprov Jatim mengajukan anggaran pinjaman daerah sebesar Rp 507 miliar untuk sejumlah proyek strategis. Salah satunya pengembangan Puspa Agro ini. 

"Pinjaman daerah itu juga pembebasan lahan jalan akses Puspa Agro di Sidoarjo. Pembebasan lahan ini digunakan untuk membangun akses jalan dari Puspa Agro menuju tol Surabaya Sidoarjo agar akses kendaraan lebih lancar dan membangkitkan sektor ekonomi di Puspa Agro. Anggaran untuk urusan ini diajukan sebesar Rp 39 miliar," tegas Bobby. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved