Breaking News:

Berita Malang Raya

50 Koperasi Tak Terurus Peninggalan Pemkab Malang, Akan Dibubarkan

Sebelumnya Diskumdag telah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar 50 koperasi tak memiliki pengurus itu bisa dibubarkan

SURYA.CO.ID, BATU - Jumlah koperasi di Kota Batu tercatat ada 2016 unit dari data Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskumdag) setempat. Tetapi sebanyak 50 koperasi di antaranya akan dibubarkan atau dinonaktifkan karena lama tidak terurus.

Ke-50 koperasi itu memang tidak terurus, dalam arti sudah tidak ada pengurus yang mengurusi aktivitasnya. Selain itu, ke-50 koperasi itu merupakan peninggalan dari Pemkab Malang.

"Saat ini jumlah koperasi di Kota Batu totalnya ada 206 koperasi. Tetapi 50 diantaranya akan dibubarkan karena merupakan koperasi eks Kabupaten Malang dan tidak ada pengurusnya," ujar Kepala Diskumdag Kota Batu, Eko Suhartono, Minggu (4/10/2020).

Ia menerangkan, sebelum dilakukan pembubaran pihaknya akan membentuk tim penyelesaian. Sebelumnya Diskumdag telah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar 50 koperasi tak memiliki pengurus itu bisa dibubarkan.

"Tim ini dibuat karena petunjuk dari pusat. Ke depan sebelum dilakukan pembubaran, kami akan menghubungi pemerintah desa/kelurahan yang wilayahnya ada 50 koperasi tanpa pengurus tersebut," terangnya.

Setelah menghubungi pemerintah desa/kelurahan, akan ditindaklanjuti dengan memasang informasi tentang pembubaran koperasi. Kalau tidak ada tanggapan dari koperasi yang bakal ditutup dalam waktu dua minggu, maka Diskumdag bakal membubarkan koperasi tersebut.

Dengan adanya 50 koperasi yang bakal dibubarkan, maka koperasi yang masih sehat atau aktif ada 156 koperasi. Dengan rincian 106 koperasi masih aktif RAT dan 50 koperasi masih tahap pendampingan.

Sedangkan untuk jenisnya meliputi koperasi simpan pinjam, koperasi retail, koperasi produsen, koperasi wanita dan lain sebagainya. "Selain itu kami juga membubarkan empat koperasi yang tidak memiliki izin," katanya.

Di sisi lain, ada lima koperasi yang tumbuh di Kota Batu pada 2020 ini. Setiap koperasi memiliki anggora rata-rata mulai dari 100-150 orang.

Sementara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batu membentuk koperasi baru bernama Mikawa yang merupakan akronim dari 'migunani kanggo warga' atau bermanfaat untuk warga. Peresmian Koperasi Mikawa dilaksanakan di kantor Koperasi Mikawa, Jalan Imam Bonjol 25 Kota Batu, Kamis (1/9/2020).

Ketua Kadin Kota Batu, Endro Wahyu Wijoyono yang juga Ketua Koperasi Mikawa menjelaskan, melalui Koperasi Mikawa, Kadin ingin membantu beberapa problematika yang dialami pelaku UMKM dan petani. Anggota Koperasi Mikawa sebanyak 71 orang yang semuanya anggota Kadin Kota Batu.

"Anggotanya bergerak di bidang pertanian, UMKM, pariwisata dan jasa konstruksi. Diharapkan seluruh pengusaha dapat bekerja sama, baik produksi dan informasi pasar. Dengan begitu bisa saling mendukung antar anggota," kata Endro.

Mikawa, tambah Endro, merupakan koperasi produsen. Apalagi Kota Batu memiliki potensi besar, seperti perhotelan, rumah makan dan instansi pemerintahan. Tempat itulah yang nanti akan jadi pendistribusian produk.

Di koperasi ini, nantinya anggota juga bisa membeli pupuk pertanian dan sebagainya. Tentu saja, dengan harga yang lebih terjangkau. ***

Penulis: Benni Indo
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved