Breaking News:

Polisi Terus Usut Laka Kerja Lift Proyek RSI Unisma, 15 Saksi Telah Diperiksa

Polisi menyelidiki kecelakaan kerja yang disebabkan lift proyek di RSI Unisma. Kejadian itu membuat lima orang tewas dan lima orang lainnya luka-luka

Kukuh Kurniawan/TribunJatim.com
Lokasi terjatuhnya lift proyek RSI Unisma pada Selasa (8/9/2020). Nampak usai kejadian, polisi langsung memberikan garis polisi di sekitar lokasi. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

SURYA, MALANG - Satreskrim Polresta Malang Kota terus mengusut kejadian laka kerja lift proyek RSI Unisma yang terjadi pada Selasa (8/9/2020).

Saat ini pihak Satreskrim Polresta Malang Kota telah selesai melakukan pemeriksaan para saksi.

"Kami sudah selesai melakukan pemeriksaan para saksi. Saat ini kasus tersebut secepatnya akan dilakukan gelar perkara," ujar Plh KBO sekaligus Kasubnit I Unit IV Sat Reskrim Polresta Malang Kota, Iptu Rudi Hidajanto kepada TribunJatim.com (Gup SURYA.co.id), Sabtu (3/10).

Ia menjelaskan ada sebanyak 15 orang saksi yang diperiksa dan dimintai keterangan. Mulai dari saksi pihak kontraktor, yayasan, pihak rumah sakit, dan saksi korban.

Dari hasil keterangan saksi korban, terungkap beberapa fakta menarik terkait kejadian laka kerja lift proyek tersebut.

"Saksi korban mengatakan bahwa inisiatif untuk menaiki lift, berasal dari para pekerja. Dan hal itu sering dilakukan, tidak sekali atau dua kali saja," jelasnya.

Selain itu saksi korban juga mengungkapkan, bahwa pengawas proyek minim untuk melakukan pengawasan.

"Namun dari hasil keterangan saksi pengawas proyek, bahwa pengawas proyek telah berkali kali memperingatkan pekerja untuk tidak naik lift. Dan keterangan dari pengawas proyek dan korban ini, akan kami dalami saat melakukan gelar perkara," bebernya.

Dirinya juga menerangkan pada saat kejadian, diketahui bahwa pengawas proyek sedang tidak melakukan pengawasan.

"Saat kejadian, pengawas proyek sedang tidak enak badan dan memutuskan untuk beristirahat di dalam kantor, yang lokasinya ada di area proyek. Sehingga pada saat kejadian, tidak ada sama sekali pengawas yang mengawasi para pekerja," pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, peristiwa laka kerja lift proyek pembangunan perluasan RSI Unisma terjadi pada Selasa (8/9/2020) sekitar pukul 12.30 WIB.

Pada saat kejadian, lift tersebut berisi sebanyak 11 orang. Namun mendadak lift itu terjatuh dari lantai 4 gedung, yang memiliki ketinggian sekitar 20 meter.

Akibatnya lima orang tewas dan lima orang lainnya luka-luka. Sedangkan satu orang lainnya sempat loncat menyelamatkan diri.

Diduga lift tersebut mengalami beban berlebih (overload). Sehingga membuat tali sling putus, dan lift langsung jatuh bebas ke tanah.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Pipit Maulidiya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved