Breaking News:

Ekskavasi Situs Candi Dilanjutkan, Target Disparbud Lamongan Bisa Jadi Destinasi Wisata

Kabid Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan, Mifta Alamuddin memastikan  ekskavasi lanjutan. Harapannya jadi destinasi Wisata

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Pipit Maulidiya
Hanif Manshuri/SURYA.co.id
Ilustrasi - Ekskavasi Situs Candi Dilanjutkan, Target Disparbud Lamongan Bisa Jadi Destinasi Wisata 

Pihaknya tentu punya kewajiban untuk mengajukan anggaran dari APBD, termasuk anggaran dari pusat (APBN).

Pada puncaknya, lokasi Candi akan dijadikan kawasan wisata yang akan mampu mengundang para wisatawan.

"Kita punya Candi, " katanya.

Sementara, Arkeolog BPCB Trowulan Wicaksono Dwi Nugroho mengakui jika situs Candi Patakan ini masih menyimpan sejumlah misteri sejarah.

Untuk ekskavasi lanjutan, kata Wicaksono, memang akan dilanjutkan karena masih banyak tanah yang perlu diangkat agar semakin terlihat.

"Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab dari situs Patakan ini," imbuhnya. 

Untuk diketahui, BPCB Trowulan Jatim bersama Disparbud Lamongan melakukan ekskavasi tahap 4 Situs Candi Patakan sejak Senin (21/9/2020) lalu.

Candi Patakan yang berada di Dusun Montor, Desa Patakan, Kecamatan Sambeng ditemukan pada tahun 2013 silam dan tahun ini masuk proses ekskavasi tahap 4.

Situs Patakan merupakan kompleks bangunan dengan luas 5.112 meter yang dibatasi oleh dinding keliling yang membentuk denah persegi empat dengan ukuran 72 m x 71 m. 

Situs Patakan kemungkinan besar berasal dari abad 10 – 11 Masehi, dan berlangsung hingga masa Majapahit. Hal ini juga dibuktikan dengan ditemukannya fragmen porcelain dari Dinasti Song pada abad 10-13 masehi. Selain itu, dari ekskavasi di lokasi ini, ada temuan mata uang China dari Dinasti Song dan Dinasti Ming abad 14-17 Masehi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved