Breaking News:

Pilkada 2020

Kampanye Tatap Muka di Pilwali Blitar 2020 Wajib Izin ke Polisi

Selain melarang rapat umum, pasangan calon juga harus mendapat izin dari polisi ketika akan menggelar kampanye tatap muka.

surya.co.id/samsul hadi
Polres Blitar Kota menggelar rapat koordinasi penindakan pelanggaran kampanye di Pilwali Blitar 2020. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Aturan pelaksanaan kampanye bagi pasangan calon Pilwali Blitar 2020 di masa pandemi Covid-19 ketat.

Selain melarang rapat umum, pasangan calon juga harus mendapat izin dari polisi ketika akan menggelar kampanye tatap muka.

Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM,

Rangga Bisma Aditya mengatakan setiap pasangan calon atau tim kampanye yang ingin melaksanakan kegiatan tatap muka, dialog, dan pertemuan terbatas wajib mengirimkan surat pemberitahuan ke polisi.

Setelah menerima surat pemberitahuan, polisi akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Jika Gugus Tugas mengizinkan kegiatan, polisi akan mengeluarkan surat tanda terima pemberitahuan kampanye.

"Surat tanda terima pemberitahuan kampanye itu ditembuskan ke KPU dan Bawaslu. Kemudian ditindaklanjuti dengan pengawasan di lapangan," kata Rangga, Jumat (2/10/2020).

Jika polisi tidak mengeluarkan surat tanda terima pemberitahuan kampanye, maka kegiatan kampanye tidak bisa dilaksanakan.

Kalau pasangan calon maupun tim kampanye tetap menggelar kegiatan, polisi dan Bawaslu berhak membubarkan acara.

"Surat pemberitahuan kampanye itu berlaku untuk kegiatan tatap muka, dialog, dan pertemuan terbatas. Jika tidak ada surat tanda terima pemberitahuan dari polisi, pasangan calon dilarang melaksanakan kegiatan itu," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved