Breaking News:

Berita Tuban

Hari Batik Nasional, Menguji Ketahanan Canting di Tuban Saat Masa Pandemi Covid-19

Momen pilkada menjadi solusi agar usaha batik tetap berjalan, pasar pun diperkecil hanya dengan menjual batik kain biasa, bukan lagi gedog.

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Sudarsono
Aktivitas membatik di rumah produksi batik Dodot Iro di Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jumat (2/10/2020). 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Sekelompok remaja terlihat beraktivitas di sebuah halaman rumah berlatar dinding kayu warna hijau, di Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban.

Tampak ketiga remaja putri yaitu Santiriani (18), Kristina (20) dan Yuliani (23), asal Desa Kedungrejo, kecamatan setempat melakukan proses pembatikan, secara bersamaan di satu ruangan terbuka.

Alat canting yang diisi hasil rebusan lilin yang dipanaskan di atas wajan, menghasilkan warna kecoklatan selanjutnya digoreskan pada bentangan kain hingga berbentuk motif batik.

Merekapun terus mengasah kemampuan untuk bisa membentuk karya sesuai desain gambar yang dibuat.

"Ya ini masih membatik, meski di tengah pandemi covid-19," kata Santiriani kepada SURYA.CO.ID, Jumat (2/10/2020).

Di tempat produksi batik bernama Dodot Iro, dia bercerita tidak banyak yang berubah atas aktivitas membatik yang digelutinya meski masih berlangsung pandemi covid-19.

Seperti biasa, dia masuk bekerja pukul 08.00 WIB dan pulang pukul 17.00 WIB, bersama dua rekannya yang lain.

Dia juga mengungkap, kepiawaiannya membatik merupakan ilmu yang didapat dari tetangganya hingga berhasil menjadi bekal ketrampilannya untuk bekerja.

"Bisa membatik karena dapat ilmu dari tetangga, akhirnya sekarang bisa," terangnya sambil membubuhkan cairan lilin dari canting pada kain yang dipegang.

Meski begitu, Santi mengaku masih ada kesulitan saat melakukan proses membatik, yaitu membuat pola.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved