Breaking News:

Berita Surabaya

Gelar Aksi Simpatik, TMP Surabaya Ajak Masyarakat Tolak Politik Uang di Pilkada Serentak 2020

Aksi ini merupakan wujud keikutsertaan Taruna Merah Putih (TMP) dalam menjaga Kota Surabaya, di tengah perhelatan Pilwali Surabaya 2020

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Taruna Merah Putih (TMP) Surabaya melakukan aksi simpatik dengan membagikan ratusan masker, Kamis (1/10/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Taruna Merah Putih (TMP) Surabaya melakukan aksi simpatik dengan membagikan ratusan masker. Mereka mengajak masyarakat untuk menghindari praktik politik uang dalam Pilkada Serentak 2020.

Ketua DPC TMP Surabaya, Aryo Seno Bagaskoro menjelaskan, bahwa aksi ini merupakan wujud keikutsertaan TMP dalam menjaga Kota Surabaya, di tengah perhelatan Pilwali Surabaya 2020.

Hal ini juga bertepatan dengan momentum Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati tiap tanggal 1 Oktober. Sayap pemuda PDI Perjuangan ini menegaskan komitmennya terhadap ajaran dan semangat Pancasila.

Sayap bersama komponen anak-anak muda Surabaya sepakat untuk menolak politik uang dan politik transaksional.

"Bagi kami, politik transaksional adalah bentuk pelecehan terhadap semangat Arek-arek Suroboyo yang kreatif dan selalu siap berkontribusi untuk kota atas dasar semangat kecintaan yang tinggi," kata Aryo seusai acara, Kamis (1/10/2020) kemarin.

Dibandingkan dengan politik transaksional, pihaknya memilih untuk mengampanyekan berbagai program yang akan dilaksanakan.

"Kami memilih kerja-kerja gotong royong dalam mengabdi dan berkarya untuk Kota Surabaya, sebagaimana ajaran Bung Karno,” tandasnya.

Dalam aksi tersebut, mereka juga membentangkan spanduk dukungan kepada pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor 1, Eri Cahyadi dan Armuji. Aksi tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Ketua Bidang Sosial Kemasyarakatan TMP Surabaya, Gilar Andika menambahkan, giat tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kecintaan TMP Surabaya terhadap kota. Mereka mengkampanyekan protokol kesehatan di tengah pandemi.

"Kami wujudkan melalui aksi nyata dengan membagikan masker dan mengedukasi masyarakat untuk menjaga warga dan kota Surabaya. Tidak berhenti di sini, kami akan turun langsung menyapa masyarakat sambil mengedukasi cara-cara pencegahan covid-19,” kata Gilar dikonfirmasi seusai acara.

Tak hanya oleh partai politik, penyelenggara pemilu pun ikut terus mengingatkan antisipasi terhadap potensi politik uang di pilkada.

Badan Pengawas Pemilu Provinsi Jawa Timur bahkan menyebut kerawanan dugaan politik uang dan netralitas aparatur sipil negara (ASN) jelang Pilkada 2020.

Sanksi pidana bagi para pelanggarnya pun bisa diterapkan apabila memang terbukti. Apalagi, setelah para kandidat ditetapkan sebagai calon, Bawaslu bisa berkoordinasi dengan Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang terdiri dari Bawaslu, Kejaksaan, dan Kepolisian untuk sama-sama menindak pelanggar pilkada.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved