Breaking News:

Detik-detik Jenderal Ahmad Yani Diberondong Peluru Pasukan Cakrabirawa Diungkap Anaknya, Memilukan

Untung Mufreni Ahmad Yani (66), putra Jenderal Ahmad Yani menceritakan momen memilukan itu saat ditemui wartawan Tribun Network di bekas rumahnya

Editor: Musahadah
tribunnews/irwan rismawan
Untung Mufreni mengenang sosok ayahnya, Jenderal Ahmad Yani. 

SURYA.CO.ID, JAKARTA - Detik-detik Jenderal Ahmad Yani diberondong peluru oleh pasukan Cakrabirawa terungkap dari pengakuan saksi mata langsung kejadian itu. 

Untung Mufreni Ahmad Yani (66), putra Jenderal Ahmad Yani menceritakan momen memilukan itu saat ditemui wartawan Tribun Network di bekas rumahnya yang kini menjadi Museum Sasmitaloka Ahmad Yani, Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat.

Untung Mufreni Ahmad Yani menceritakan peristiwa berdarah itu secara detail detik-detik berdarah terbunuhnya ayahnya hingga ayahnya dibawa ke kawasan Lubang Buaya.

Saat kejadian, istri dari Jenderal Ahmad Yani yang tak lain merupakan ibu dari Untung Yani ini sedang tidak berada di rumah.

Sedangkan Untung Yani bersama saudaranya yang lain dan ayahnya pun sedang lelap tertidur.

Pada pukul 04.00 WIB adik dari Untung Yani yaitu Irawan Sura Eddy Yani terbangun untuk mencari ibunya, tetapi ia malah melihat banyak pasukan Tjakrabirawa di kediamannya.

Tidak selang beberapa lama, lima anggota Tjakrabirawa masuk dan menanyakan keberadaan Jenderal Ahmad Yani.

Pasukan Tjakrabirawa mengatakan bahwa Jenderal Ahmad Yani dipanggil presiden.

Irawan Sura Eddy Yani pun membangunkan ayahnya yang saat itu masih tertidur pulas.

Tak lama setelah itu pun Jenderal Ahmad Yani menemui anggota Tjakrabirawa di belakang paviliun.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved