Breaking News:

Berita Kediri

Dekranasda Kediri Perkuat Kecintaan Anak-Anak Membatik di Hari Batik Nasional

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan, ada 30 merk batik yang tersebar di Kelurahan Dermo, Mrican, Dandangan, Rejomulyo.

surya/didik mashudi
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama Ketua Dekranasda Kota Kediri Ferry Silviana mengunjungi anak-anak yang belajar membatik di Numansa Batik, Jumat (2/10/2020). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Mengenali dan mencintai batik lokal Kota Kediri kemudian membelinya sebagai penanda jati diri, menjadi dorongan yang diberikan Dekranasda Kota Kediri pada peringatan Hari Batik Nasional (HBN), Jumat (2/10/2020). Dan penguatan cinta batik itu ditujukan kepada anak-anak, lewat pelatihan membatik pada masker.

Pelatihan membatik yang diikuti anak-anak ini, dikunjungi Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar bersama Ketua Dekranasda Kota Kediri, Ferry Silviana Abu Bakar. Kegiatan membatik pola batik sesuai selera itu diikuti belasan anak di Numansa Batik, gerai batik milik Nunung Wiwin Ariyanti di Perumahan Griya Intan Asri.

Sejak beberapa tahun terakhir, gerai itu produktif menghasilkan kain batik unggulan Kota Kediri. Di sana, Wali Kota Kediri bersama Ketua Dekranasda juga belajar mencanting membatik masker.

Silviana engajak masyarakat Kota Kediri untuk lebih mengenal batik lokal asli Kota Kediri. “Di hari batik mari kita peringati dengan berbelanja batik asli dari Kota Kediri. Karena dengan membeli batik asli yang benar-benar digambar dan bukan printing, kita mendukung karya mereka,” ujar Silviana.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kediri, ada 30 merk batik yang tersebar di Kelurahan Dermo, Mrican, Dandangan, Rejomulyo.

Silviana berharap ke depan akan ada regenerasi dari kaum muda yang menekuni batik. “Kediri punya batik-batik dengan ciri khas bermotif ringan, bukan yang njlimet seperti Solo dan Yogya," ujarnya.

Ia memberikan apresiasi batik lokal dengan motif-motif yang ada dari lingkungan sekitar. "Untuk regenerasi, Mbak Nunung memanfaatkan mayoritas ibu-ibu, belum ada yang muda-muda. Harapan saya nanti, anak nanti mengikuti jejak orangtuanya,” ujarnya.

Plt Kepala Disperdagin Kota Kediri, Nur Muhyar menuturkan, pada Hari Batik Nasional sebelum pandemi Covid 19, para perajin berkreasi dengan berbagi suvenir di simpang-simpang jalan, atau mencanting bersama di taman.

Namun karena pandemi, hal tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan. “Sebagai penanda HBN, wali kota dan Ketua Dekranasda mengunjungi salah satu pelaku usaha batik. Kegiatan ini dilakukan untuk lebih menekankan kecintaan pada batik sejak dini,” ungkap Muhyar.

Sementara Nunung Wiwin Ariyanti menceritakan awal mulanya menekuni batik dan produk yang menjadi unggulannya sekarang. “Numansa batik memproduksi produk unggulan yaitu batik custom, batik yang terpola. Kita ukur pola badan customer, baru kita buat polanya, lalu kita desainkan motifnya sesuai keinginan customer," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved