Breaking News:

Tim Machfud-Mujiaman Laporkan Risma yang Diduga Tidak Netral karena Gambarnya, Ini Jawaban Bawaslu

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini disebut diduga tidak netral dalam Pilwali Surabaya 2020 dan dilaporkan Tim Machfud-Mujiaman ke Bawaslu.

Editor: Iksan Fauzi
SURYA.CO.ID/Sugiharto
Reklame Eri Cahyadi bersama Wali Kota Tri Rismaharini di kawasan Jalan Pemuda Surabaya, Senin (3/8/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini disebut diduga tidak netral dalam Pilwali Surabaya 2020 dan dilaporkan Tim Machfud-Mujiaman ke Bawaslu, Rabu (30/9/2020).  

Tak hanya itu, Tim Machfud-Mujiaman menilai ada pelanggaran deklarasi Eri-Armuji yang dilakukan di Taman Harmoni, dimana, taman tersebut merupakan ruang publik.

Sebagai pejabat pemerintah, Risma dilaporkan atas dugaan tidak netral dalam Pilkada Surabaya.

"Gambar Wali Kota Risma ada di beberapa baliho pasangan nomor urut 1 Eri Cahyadi-Armuji, tapi seakan-akan dibiarkan oleh Bawaslu," kata Purwanto, anggota Tim Advokat pendukung Machfud Arifin-Mujiaman, saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2020).

Beberapa aksi dugaan pelanggaran oleh tim pasangan nomor urut 1 juga dilaporkan dari deklarasi terima surat rekomendasi dari PDI-P di Taman Harmoni.

Adapun Taman harmoni merupakan ruang publik milik Pemkot Surabaya, penggunaan fasilitas Kebun Binatang Surabaya untuk pengumpulan massa, hingga penggunaan atribut partai oleh Risma saat jam kerja tanpa izin.

Bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya dari PDI Perjuangan, Eri Cahyadi-Armuji (ErJi) saat deklarasi di Taman Harmoni Kota Surabaya, Rabu (2/9/2020).
Bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya dari PDI Perjuangan, Eri Cahyadi-Armuji (ErJi) saat deklarasi di Taman Harmoni Kota Surabaya, Rabu (2/9/2020). (surya.co.id/ahmad zaimul haq)

"Ini yang menjadi persoalan, kalau Risma jadi juru kampanye dari pasangan nomor urut 1, mengundurkan diri dulu," ujar Purwanto.

Laporan tersebut, menurut dia, atas inisiatif para advokat yang mendukung Machfud Arifin-Mujiaman.

Pihaknya hanya ingin Pilwali Surabaya 2020 berjalan bersih sesuai aturan.

"Setiap pelanggaran sangat mencederai proses demokrasi," ujar dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved