Breaking News:

Liga 2 2020

PSHW Ungkap Kerugian Besar Klub Usai PSSI Tunda Liga 2 2020

PS Hizbul Wathan (PSHW) meminta PSSI melakukan ganti rugi biaya bagi tim dengan ditundanya kick off lanjutan kompetisi Liga 1 2020 selama satu bulan.

Istimewa
Logo PS Hizbul Wathan (PSHW), anggota Liga 2 2020 

Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | SURABAYA - PS Hizbul Wathan (PSHW) meminta PSSI melakukan ganti rugi biaya bagi tim yang sudah terlanjur melakukan persiapan, dengan ditundanya kick off lanjutan kompetisi Liga 1 2020 selama satu bulan.

PSSI menunda kick off lanjutan kompetisi selama satu bulan, menjadi bulan November dari rencana awal di bulan Oktober 2020.

Dengan catatan, kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia ada penurunan, tidak seperti saat ini.

Keputusan PSSI menunda kick off lanjutan kompetisi ditetapkan Selasa (29/9/2020) lalu setelah PSSI melakukan rapat dengan Menpora.

Rapat itu dilakukan sebagai tindak lanjut belum adanya izin dari Polri untuk gelaran laga lanjutan kompetisi yang rencana awal kick off 1 Oktober 2020 (Liga 1), 17 Oktober 2020 (Liga 2) setelah sejak akhir Maret dihentikan sementara akibat pandemi Covid-19.

"PSSI harus kasih ganti rugi tambahan subsidi bagi tim-tim yang sudah terlanjur latihan," kata Dhimam Abror Djuraid, Presiden klub PSHW pada Surya.co.id, Kamis (1/10/2020).

Sebagai persiapan menatap lanjutan kompetisi Liga 2 sesuai jadwal awal, PSHW sudah melakukan pemusatan latihan sejak 1 September lalu.

Tidak hanya menggembleng pemain yang ada, tim besutan Yusuf Ekodono itu juga mendatangkan sejumlah amunisi pemain baru, baik status kontrak maupun opsi pinjaman dari klub Liga 1.

"Sejak 1 September kami sudah pemusatan latihan, sudah bayar asrama dan lapangan, juga keluar uang muka untuk peralatan," jelas Dhimam Abror.

Dhimam Abror menyebut, dengan ditundanya kembali kompetisi selama satu bulan, kontrak dengan sponsor terancam batal, jika benar-benar terjadi, akan menjadi kerugian besar bagi timnya.

Tidak menutup kemungkinan hal ini juga terjadi pada tim lain yang sejak awal bulan lalu sudah melakukan persiapan menyambut lanjutan kompetisi.

"Kami sudah telanjur teken kontrak dengan sponsor dan terancam batal karena PSSI seenaknya ubah jadwal, gak profesional blas. Kenapa sejak awal dipaksakan kalau kondisi masih belum betul-betul safe," pungkasnya.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved