Minggu, 10 Mei 2026

Inovatif, Siswa Manfaatkan Kulit Buah Naga Menjadi Teh KuBuNa

Kulit buah naga dapat diolah menjadi minuman berkhasiat. Hal tersebut telah berhasil dibuktikan oleh Syadza Khalila Tsuraya, pelajar SMPN 40 Surabaya

Tayang:
Penulis: Zainal Arif | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/zainal arif
Siswa SMPN 40 Surabaya, Syadza Khalila Tsuraya Menunjukan Teh KuBuNa yang ia olah dari kulit buah naga 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kulit buah naga dapat diolah menjadi minuman berkhasiat. Hal tersebut telah berhasil dibuktikan oleh Syadza Khalila Tsuraya.

Pelajar kelas 8 SMPN40 Surabaya ini berkreasi menciptakan teh 'KuBuNa' dari olahan kulit buah naga.

Ide pengolahan kulit buah naga bermula dari kegemaran Syadza mengonsumsi buah tersebut. Selama ini, hanya daging buah naga yang diambil untuk dimakan. Sementara kulitnya berakhir di tempat sampah.

Merasa sayang membuang kulit buah favoritnya, Syadza mulai memutar otak. Beragam referensi dipelajarinya. Hingga akhirnya menemukan cara mengolah kulit buah naga menjadi teh yang berkhasiat baik bagi tubuh.

Seperti melancarkan peredaran darah, mengobati tumor, mencegah kanker, merawat pertumbuhan rambut, dan merawat kecantikan kulit.

“Saya sangat menyukai buah naga. Setiap ketemu buah naga paling enggak aku makan 3 sampai 4 buah, saat melihat kulit yang dibuang ketempat sampah jadi terpikir untuk manfaatkan kulitnya,” kata Syadza saat ditemui di kawasan Jl. Taman Darmo Indah Sari Surabaya, Kamis (1/10/2020).

Dalam proses pembuatan teh dari kulit buah naga ini, Syadza memisahkan kulit dengan daging buah naga terlebih dahulu sebelum kulit buah naga dicuci hingga bersih.

Setelah itu, buah naga dipotong kecil-kecil berbentuk dadu. Kemudian kulit buah naga dijemur sampai kering. Setelah mengering, kulit buah naga siap dijadikan teh.

Perempuan kelahiran Purwodadi, Jawa Tengah, 3 Desember 2008 ini menjelaskan cara menjadikan teh yaitu dengan merebus air hingga mendidih terlebih dahulu sebelum masukkan potongan kulit buah naga.

Tunggu hingga air berubah warna menjadi merah. Untuk menambah rasa, bisa disertakan madu, gula, atau jeruk nipis.

Bahkan Syadza berhasil membuat teh dengan berbagai varian rasa seperti Original Madu dan Milktea. Jumlah teh yang dihasilkan pun tidak sedikit sampai saat ini Syadza telah berhasil memproduksi teh sebanyak 1037 liter.

"573 liter itu untuk saya minum sendiri dan saya bagikan ke orang-orang, sementara 464 liter untuk saya jual. Untuk harga 1 liter itu 10 ribu rupiah sedangkan setengah liter 5 ribu rupiah," ungkapnya.

Dengan kemampuan bisa mengolah limbah, Syadza berharap setidaknya ada sebuah aksi kecil untuk mengurangi debit sampah dimulai dari lingkungan terkecil.

"Semoga ide mengolah kulit (limbah) dari buah naga ini akan menjadi semacam motivasi untuk inovasi olahan dari kulit buah lainnya," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved