Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Hasil Survei BKKBN: Pandemi Covid-19 Berdampak Signifikan Terhadap Kehidupan Keluarga

Kondisi pekerjaan, kondisi keuangan keluarga dan kecukupan makanan semakin memburuk selama pandemi Covid-19

Humas Pemprov Jatim
Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya pada Acara Temu Bareng Penyuluh KB Provinsi Jawa Timur di Hotel Luminor Sidoarjo, Rabu (30/09/2020). 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Covid-19 telah memberikan dampak terhadap kehidupan keluarga. Hasil survei daring BKKBN terhadap 20.680 keluarga di Indonesia, menyebutkan bahwa kondisi pekerjaan, kondisi keuangan keluarga dan kecukupan makanan semakin memburuk selama pandemi Covid-19 hingga Mei 2020. Selain itu, 95,8 % keluarga menunjukkan kecenderungan mengalami stres.

Sementara 9 Desember 2020 nanti, ada 19 kabupaten/kota di Jawa Timur yang mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang sangat berpotensi terjadinya penyebaran Covid-19 secara meluas.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menggandeng berbagai pihak. Khususnya Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur untuk mengerahkan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) untuk terus mensosialisasikan program 3 M (Menggunakan masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak) untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19.

Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan program nasional adalah bersatu lawan Covid-19, sedang untuk Jawa Timur adalah bergotong-royong lawan Covid-19. Sebab, untuk melawan Covid-19 ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus bergotong-royong dan saling bahu-membahu.

“Yang harus diwaspadai adalah lahirnya klaster keluarga, apalagi ada 19 kabupetan/kota yang akan menyelenggarakan pilkada serentak pada Desember nanti. Untuk itu, diharapkan Penyuluh KB bisa melakukan sinergitas dengan petugas masing-masing di kampung dan di wilayah kerjanya,” kata Khofifah dalam sambutannya pada Acara Temu Bareng Penyuluh KB Provinsi Jawa Timur di Hotel Luminor Sidoarjo, Rabu (30/09/2020) kemarin.

Perempuan yang pernah menjabat sebagai Kepala BKKBN Pusat ini menjelaskan Penyuluh KB ini tugasnya multi, multi dan multi. Seorang Penyuluh KB, bagi Khofifah adalah sosok yang sangat luar biasa, sebab seorang Penyuluh KB adalah orang yang memiliki kemampuan konseling luar biasa. Masyarakat kalau sudah berkonsultasi akan lama dan bisa semua hal dikonsultasikan.

Bahkan di era digital ini, sambung Khofifah, tugas Petugas KB semakin seru, dimana muncul permasalahan baru yaitu banyaknya anak yang sudah kecanduan dengan gadget. Untuk itu, kemampuan Penyuluh KB juga harus terus ditingkatkan sebab tantangan ke depan akan semakin sulit.

“Penyuluh KB ini harus sangat advance tapi sayang kurang tereksplor. Untuk itu, para Penyuluh KB harus berani untuk mengeksplor diri sendiri,” ungkapnya.

Khofifah menjelaskan menurut data yang ada, sebanyak 86 persen masyarakat sangat tahu bagaimana penyebaran Covid-19, namun 46 persen lebih mengkhawatirkan soal ekonomi dan hanya 43 persen saja yang mementingkan masalah kesehatan.

“Inilah Pak Teguh (Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, red), Penyuluh KB sangat dibutuhkan,” tegas Gubernur Wanita Pertama di Jawa Timur ini.

Halaman
123
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved