Breaking News:

Berita Lamongan

Ditunggu Petugas, Aktivis Anti Korupsi Batal Mendemo Kadispora Lamongan

Para petugas yang berjaga di depan kantor Dispora mengatakan bahwa demo tidak terlaksana karena tidak ada izin.

surya/hanif manshuri
Sebagian petugas Intel dan Kesbangpol standby di dekat lokasi rencana demo. Ternyata rencana demo para aktivis anti korupsi batal, Kamis (1/10/2020). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Rencana unjuk rasa para aktivis anti korupsi yang tergabung dalam Himpunan Aktivis Anti Korupsi (HAAK) di Kantor Dispora Lamongan, Kamis (1/10/2020), mendadak batal tanpa sebab.

Para petugas yang berjaga di depan kantor Dispora mengatakan bahwa demo tidak terlaksana karena tidak ada izin. "Tidak jadi demonya, izinnya tidak ada, " kata seorang anggota Kodim 0812 Lamongan kepada SURYA.

Sejumlah petugas dari Intel Kodim 0812, Polres dan dari Kesbangpol Lamongan memang sudah berjaga di lokasi demo. Tetapi karena aksi mendadak batal, semua petugas pun meninggalkan lokasi.

Padahal massa HAAK yang hendak melurug ke Kantor Dispora di Jalan Kusuma Bangsa, sudah mengirim surat pemberitahuan mengenai rencana aksi itu ke Polres Lamongan.

Dalam isi surat yang ditujukan kepada Kapolres Lamongan per 28 September 2020, massa memberitahukan akan menggelar demo ke Kantor Dispora, Kamis (1/10/2020) pukul 11.30 WIB.

Isi surat disebutkan, massa menuntut agar mantan Sekretaris KPU, Muhajir, diseret sebegai tersangka karena diduga turut bertanggungjawab terkait dana hibah Pilkada 2015 yang dikorupsi oleh terpidana Irwan Setyadi. Dan Muhajir malah ditempatkan sebagai Kepala Dispora Lamongan.

Surat yang ditandatangani Inisiator anti korupsi Saiful RH Wakit menyebutkan, Muhajir yang pernah menjabat sekretaris KPU Lamongan periode 2014 - 2019 sudah diperiksa beberapa kali oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan.

Namun kasus itu hanya menyeret Irwan sebagai tersangka korupsi dana hibah Rp 1,2 miliar. Irwan kini menjadi terpidana setelah divonis oleh Pengadilan Tipikor, 1,7 tahun dan telah inkrach.

Bahkan Kejari Lamongan berhasil mengembalikan uang negara sebesar Rp 1,2 miliar dan dieksekusi diserahkan pada Kas Daerah Lamongan. ***

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Deddy Humana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved