Berita Surabaya

Sosok Suud Rusli, Eks Prajurit Elit TNI yang 2 Kali Kabur dari Penjara Militer seusai Divonis Mati

Masih ingat sosok Suud Rusli, mantan prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yon Taifib) berpangkat kopral dua, terpidana mati kasus pembunuhan berencana?

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Musahadah
dok.surya
Suud Rusli, mantan prajurit TNI yang menjadi terpidana mati kasus pembunuhan. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Masih ingat sosok Suud Rusli, mantan prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yon Taifib) berpangkat kopral dua, terpidana mati kasus pembunuhan berencana?

Pria bertubuh gempal itu menjadi satu diantara empat orang eksekutor pembunuhan bos besar, Direktur Utama (Dirut) PT Aneka Sakti Bhuana (Asaba) Boedyharto Angsono, beserta pengawal pribadinya, Sersan Dua TNI Edi Siyed, anggota Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat Grup C.

Keduanya tewas bersimbah darah di depan lapangan basket Gelanggang Olahraga (GOR) Sasana Krida Pluit, Jakarta Utara, sekira pukul 05.30 WIB, Sabtu (19/7/2003), atau 17 tahun silam.

Timah panas, bersarang di dada, leher, kepala, hingga lengan, setelah diberondong peluru dari mulut senjata api buatan Rusia, semiotomatis, pistol Makarov, jenis FN kaliber 9 milimeter (mm), yang dibawa Suud Rusli Cs.

Pascadibekuk oleh pihak berwajib dan dijatuhi vonis hukuman mati oleh pengadilan sosok Suud Rusli malah makin menyita perhatian publik.

Apalagi setelah aksi nekatnya pada Kamis (5/5/2005), yakni melarikan diri dari penjara super ketat, di Rumah Tahanan Militer (RTM) Cibinong, dengan cara memotong jeruji jendela sel tahanan menggunakan gergaji besi, dalam kondisi anggota gerak tubuh; tangan dan kaki, diborgol.

Dalam pelariannya, Suud bukan warga sipil biasa. Sosoknya dianggap berbahaya. Laiknya tokoh John Rambo, dalam film 'First Blood' yang populer tahun 1982. ia adalah anggota tim elit, Yon Taifib, yang terlatih jiwa dan raga, secara militer menghadapi berbagai medan situasi peperangan.

Petugas bahu membahu melakukan pencarian. Mereka juga berkolaborasi melibatkan satu peleton anggota TNI.

Belum genap sebulan, Suud berhasil dicokok dari persembunyiannya di Malang, pada Selasa (31/5/2005) dengan hadiah dua butir timah panas bersarang dibetisnya.

Ternyata itu tak membuatnya kapok.

Berbekal kemampuannya sebagai tim elit. Lima bulan kemudian, Suud kembali kabur, meski telah dipindah ke RTM Cimanggis. Ia berhasil dibekuk kembali pada Rabu (23/11/2005). 

Kali ini, ia dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Militer Pilang, Wonoayu, Sidoarjo.

Lalu, empat tahun kemudian, pada pertengahan 2008, dia dipindah ke Lapas Kelas I Surabaya, di Jalan Pemasyarakatan No.1, Macan Mati, Kebonagung, Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jatim.

Akibat aksi nekat bin ajaib itu, rencana pengadilan menjalankan eksekusi hukuman mati, mundur.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved