Breaking News:

Persik Kediri

Persik Kediri Fokus Pemulihan Psikologis Pemain Pasca Kompetisi Liga 1 2020 kembali Ditunda

Pelatih Persik Kediri Budi Sudarsono fokus memulihkan psikologis pemain pada latihan sore di lapangan Walibarokah Kota Kediri, Rabu (30/9/2020).

surya.co.id/farid mukarrom
Suasana latihan Persik Kediri di lapangan Walibarokah Kota Kediri Rabu sore (30/9/2020). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Pelatih Persik Kediri Budi Sudarsono fokus memulihkan psikologis pemain pada latihan sore di lapangan Walibarokah Kota Kediri, Rabu (30/9/2020).

Budi Sudarsono beralasan kondisi psikolgis para pemain Persik Kediri sempat terganggu akibat keputusan PSSI yang kembali menunda kompetisi Liga 1 dari jadwalkan semula pada 1 Oktober 2020.

Kepada SURYA.co.id Budi mengaku bahwa keputusan PSSI ini mengecewakan semuanya karena pihaknya sudah melakukan persiapan yang matang sebelumnya.

"Kita tetap syukuri saja karena kita juga belum berangkat ke Jogjakarta namun dengan keputusan itu tentu mengecewakan. Tentu ada hikmah dibalik itu semua yang kita belum tahu," kata Budi.

Budi berharap bahwa PSSI selaku induk organisasi sepak bola Indonesia tetap menggelar kompetisi dengan skema apapun.

"Sepak bola ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Apapun skema yang direncanakan entah setengah kompetisi atau sistem turnamen itu tidak ada masalah yang penting kompetisi tetap berjalan," tambah Si Piton.

Ketika mendengar kabar keputusan PSSI menunda kompetisi Budi hanya mengimbau kepada ada anak asuhnya untuk bersabar dan tetap bersyukur.

"Saya sampaikan mungkin harus banyak bersyukur ada hikmah dibalik itu semuanya. Tadi saat latihan juga kita upayakan untuk mengembalikan psikologis pemain dengan latihan ringan dan menyenangkan," tutur Budi Sudarsono.

Sementara itu kapten Persik Kediri Faris Aditama mengatakan bahwa keputusan yang diberikan PSSI memberikan dampak psikologis kepada semua pemain.

"Semua pemain sangat kecewa karena kita semua sudah kondisi siap tempur namun tiba-tiba tidak dapat izin dan ditunda. Kita harus mematuhi pemerintah dan semoga kompetisi bulan depan bisa dijalankan," ujar Faris.

Faris menambahkan bahwa saat ini yang bisa dilakukan harus sabar sambil menunggu kepastian berjalannya kompetisi.

"Kita semua sangat terpukul dan kecewa polri tidak memberikan izin. Harapan saya sepak bola kembali berjalan karena di sini menyangkut hidup orang banyak. Semua pemain disini sebagian besar mata pencahariannya adalah sepak bola itu harapan kita," pungkas Faris Aditama Kapten Persik Kediri.

Penulis: Farid Farid
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved