Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

BLT Dana Desa Jatim Tersalurkan Rp 1,7 Triliun, Khofifah Ingatkan Bansos Jangan untuk Judi Online

Tolong gunakan bansos sebagaimana mestinya. Untuk meningkatkan gizi dan meningkatkan daya beli keluarga. Jangan gunakan bansos untuk judi online

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus melakukan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa yang diperintahkan pemerintah pusat untuk menanggulangi dampak ekonomi pandemi covid-19.

Data terakhir dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Timur, hingga hari Rabu (30/9/2020) ini, BLT Dana Desa Jatim yang telah tersalurkan mencapai Rp 1,7 triliun. Dari total anggaran BLT Dana Desa yang dialokasikan mencapai Rp 2,3 triliun atau secara persentase yang telah disalurkan 73 persen.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Timur, Mohammad Yasin mengatakan, penyaluran bantuan dana desa terus dilakukan secara simultan ke masyarakat tak mampu di setiap desa.

"Upaya penyaluran dana desa ini adalah sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Ibu Gubernur, yaitu gas dan rem. Dalam pengendalian covid-19 juga harus diiringi dengan membantu warga Jatim yang terdampak covid-19," kata Yasin, Rabu (30/9/2020).

Ia mengatakan dalam rincian datanya, saat ini sudah memasuki bulan ke enam penyaluran BLT Dana Desa pada masyarakat.

Bulan pertama yang dicairkan ada sebesar Rp 521,164 miliar, kemudian bulan kedua Rp 521,009 miliar, bulan ketiga yang disalurkan sebesar Rp 498,231 miliar.

Pada bulan ke empat yang disalurkan sebesar Rp 114,547 miliar, bulan kelima dana yang disalurkan sebesar Rp 62,191 miliar dan bulan keenam sebesar Rp 27,101 miliar.

"Saat ini yang harus tengah dikebut penyaluran di masyarakat adalah penyaluran bulan ke empat lima dan enam. Karena masing-masing tahapan penyalurannya berturut-turut, masing-masing 48 persen, 27 persen dan 10 persen," kata Yasin.

Ia juga meminta, kepala desa agar segera mendorong penyaluran BLT Dana Desa guna mendorong pergerakan ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Hal senada disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, ia menyebut bahwa banyak bansos yang digulirkan pemerintah di masa pandemi covid-19 ini. Tujuannya selain mendongkrak ekonomi, juga agar bansos yang disalurkan bisa digunakan untuk meningkatkan gizi keluarga masyarakat.

"Tolong gunakan bansos sebagaimana mestinya. Untuk meningkatkan gizi dan meningkatkan daya beli keluarga. Jangan gunakan bansos untuk judi online. Karena belakangan saya sudah melakukan identifikasi bahwa bandar yang marak itu dari negara A, B, C," kata Khofifah.

Sebagaimana marak diberitakan banyak pelaku bandar judi online seperti togel yang mengajak agar dana bansos dijadikan judi.

Terlebih kini akses internet di masyarakat sudah tanpa batas. Untuk itu ia juga meminta ke kepala desa dan pendamping bansos di lapangan, agar penerima bansos juga diawasi.

"Hari ini, dengan mudahnya masyarakat mengakses teknologi internet, saya khawatir apabila ada penerima dana bansos menyalahgunakan untuk hal yang tidak baik. Sebagai contoh, digunakan untuk judi online. Banyak modus judi online seperti togel, bermain kartu online dan sebagainya. Maka dari itu, mohon ada pengawasan bagi penerima dana bansos untuk dipergunakan sebagaimana mestinya," Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved