Breaking News:

Biodata Arteria Dahlan, Anggota DPR yang Buat Pernyatan Kontroversial Soal Kebakaran Gedung Kejagung

Berikut Biodata Arteria Dahlan, anggota DPR RI Komisi III yang menyebut bahwa Gedung Kejagung Dibakar dan Jaksa Agung bakal digant

Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Iksan Fauzi
tribun jatim/luhur pambudi
Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan saat diwawancarai di Lobby Gedung Tri Brata Mapolda Jatim 

SURYA.co.id, SURABAYA - Berikut Biodata Arteria Dahlan, anggota DPR RI Komisi III yang menyebut bahwa Gedung Kejagung Dibakar dan Jaksa Agung bakal diganti, Rabu (30/9/2020).

Sosok Arteria Dahlan memang sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia yang mengikuti dunia politik.

Dikenal syarat kontroversial, Sosok Arteria Dahlan kembali mencuat usai dua pernyataan pedasnya.

Pria kelahiran Jakarta yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI Komisi III ini menyebut bahwa insiden kebakaran gedung Kejagung merupakan sengaja dilakukan oleh pihak tertentu.

Selain itu, ia politisi dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuarangan (PDIP) ini juga menyatakan bahwa Jaksa Agung bakal diganti.

Melansir Tribunnewswiki, berikut Profil Arteria Dahlan.

Arteria Dahlan adalah pria kelahiran Jakarta, 7 Juli 1975.

Saat ini, ia menjabat  menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang kini duduk di Komisi III membawahi hukum, HAM dan keamanan.

Riwayat Pendidikan

Arteria Dahlan mengenyam pendidikan dasar di SDN Gunung 01 Pagi dari tahun 1981-1987.

Kemudian melanjutkan ke SMPN II Jakarta Selatan dari 1987-1990.

Setamat SMP, Arteria melanjutkan pendidikannya ke SMAN 70 Bulungan Jakarta dari tahun 1990-1993.

Lulus SMA, Arteria mengambil jurusan diploma Teknik Elektro di Universitas Trisakti dari tahun 1993-1999.

Selain diploma, Arteria juga mengambil S1 Ilmu Hukum Universitas Indonesia dari 1994-1999.

Setelah meraih gelar sarjana, Arteria mengambil S2 Ilmu Hukum Ketata Negaraan di universitas yang sama dari tahun 2012-2014.

Berikut Riwayat Pendidikan Arteria Dahlan:

- SDN Gunung 01 Pagi 1981 - 1987
- SMPN II Jakarta Selatan 1987 - 1990
- SMAN 70 Bulungan Jakarta 1990 - 1993
- Diploma Teknik Elektro Universitas Trisakti 1993 - 1999
- S1 Ilmu Hukum Universitas Indonesia 1994 - 1999
- S2 Ilmu Hukum Ketata Negaraan Universitas Indonesia 2012 - 2014

Karir

Pada 23 Maret 2015, Arteria Dahlan dilantik menjadi Pejabat Antar Waktu (PAW) DPR-RI periode 2014-2019 menggantikan Djarot Syaiful Hidayat yang kala itu menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Arteria pernah menangani perkara pilkada calon-calon dari PDIP seperti Rieke Dyah Pitaloka dan Teten Masduki (Pemilihan Gubernur Jawa Barat), AA Ngurah Puspayoga (Pemilihan Gubernur Bali) dan Effendi Simbolon-Djumiran Abdi (Pemilihan Gubernur Sumatera Utara).

Arteria Dahlan meniti karier di bidang hukum sebagai interenship di kantor hukum Hadiputranto, Hadinoto & Partners dari 1999-2000.

Setelah itu, Arteria bekerja sebagai lawyer di kantor hukum Hutabarat, Halim & Rekan dari 2000-2002.

Arteria kemudian bekerja sebagai Senior Lawyer selama 2002-2005 di Bastaman & Co dilanjutkan sebagai partner di kantor yang sama dari tahun 2005-2009.

Barulah di tahun 2009, Arteria Dahlan membangun kantor hukum sendiri bernama Arteria Dahlan Lawyers.

Berikut Riwayat Karier Arteria Dahlan di bidang hukum:

Pemilik Arteria Dahlan Lawyers sejak tahun 2009
Partner Bastaman & CO 2005 - 2009
Senior Lawyer Bastaman & CO 2002 - 2005
Lawyer Hutabarat, Halim & Rekan 2000 - 2002
Interenship Hadiputranto, Hadinoto & Partners 1999 - 2000

Riwayat Organisasi

Dewan Pembina Yayasan Arteria Dahlan Center sejak tahun 2015
Ketua Badan Bantuan Hukum & Advokasi Pusat DPP PDIP 2010 - 2015
Anggota Komite Bandung PSSI 2009 - 2011
Kuasa Hukum & Tim Legal Sekretariat PSSI 2006 - 2009
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Serikat Pengacara Indonesia 2005 - 2015
Ketua Bidang Hukum & Advokasi DPP Taruna Merah Putih 2005 - 2010
Sekertaris Jenderal OB Persatuan Squash Indonesia ( PB PSI) 2004 - 2009
Dewan Penasehat Lembaga Kajian Keilmuan FHUI 1999 - 2015

Sebut Gedung Kejagung Dibakar

Hari ini dalam rapat kerja dengan Kapolri Jenderal Idham Azis, Arteria yang merupakan anggota Komisi III DPR RI itu menegur Kapolri terkait kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung).

Kapolri Idham Azis diminta lebih berhati-hati lagi dalam bersikap dan mengeluarkan pernyataan, terkait peristiwa kebakaran Gedung Kejagung tersebut.

"Saya mohon betul Polri hati-hati bersikap dan berstatement. Ini tidak terbakar tapi dibakar, siapa pembakarnya, Pak?" kata Arteria Dahlan saat rapat kerja dengan Kapolri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Arteria juga mengingatkan Kapolri, kasus kebakaran di Kejagung tidak bisa dilihat hanya dari sisi peristiwa kebakaran.

Dia melihat ada upaya lain dalam mengganti posisi Jaksa Agung ST Burhanuddin.

"Itu isu sensitif, itu makanya mohon kepada ketua tim itu lebih hati-hati lagi dan cermat, saya minta betul jangan sampai ini ditunggangi," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Arteria mengungkapkan, Curriculum Vitae (CV) calon Jaksa Agung pengganti ST Burhanuddin telah beredar di Sekretraiat Negara.

"Sekarang ini CV calon Jaksa Agung, yang mau ganti Jaksa Agung sudah beredar di Setneg, Pak, hanya karena isu-isi yang seperti itu."

"Begitu juga mengenai jaksa Pinangki, usut tuntas, apa benar JA sama mantan ketua Mahkamah Agung terlibat? Itu orang-orang baik semua, pak," paparnya.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Arteria Dahlan mengungkapkan, ada mantan Jaksa Agung Muda (JAM) yang diduga masih mengganggu kebijakan Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Menurut Arteria, mantan Jaksa Agung muda itu memiliki loyalis di internal Kejaksaan Agung, untuk mengganggu kepemimpinan Jaksa Agung.

"Ada mantan-mantan JAM yang mungkin masih mengganggu dan mengacau kebijakan Jaksa Agung."

"Masih menggunakan pengaruhnya terhadap orang-orang militan dan loyalisnya yang ada di institusi Kejaksaan Agung."

"Yang tidak mau tunduk kepada kepemimpinan Pak Jaksa Agung saat ini," kata Arteria dalam rekaman saat rapat dengar pendapat bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kamis (24/9/2020).

Menurut Arteria, tindakan tersebut mengganggu soliditas internal Kejaksaan Agung secara keseluruhan.

Dia menduga mantan JAM itu khawatir memiliki kekhawatiran khusus kepada kepemimpinan Burhannudin.

"Apakah ada mantan-mantan JAM yang takut untuk diusut pada suatu kasus yang saat ini mempermasalahkan kebijakan-kebijakan Kejaksaan Agung?"

"Padahal Jaksa Agung memiliki niatan khusus baik untuk melakukan upaya bersih-bersih," paparnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved