Breaking News:

Pemkab Nganjuk

Dukung Pemerintah Cegah Penyebaran Covid-19, PKK Nganjuk Intensifkan Gebrak Masker hingga Pedesaan

Gerakan Besama Memakai Masker (Gebrak Masker) semakin intensif dilakukan tim Penggerak PKK Kabupaten Nganjuk.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Foto: humas pemkab nganjuk untuk surya.co.id
Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, Yuni Sophia Hidhayat bagikan masker cegah penyebaran covid-19 melalui kegiatan Gebrak Masker. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Gerakan Besama Memakai Masker (Gebrak Masker) semakin intensif dilakukan tim Penggerak PKK Kabupaten Nganjuk.

Hal ini upaya semakin maksimal dilakukan TP PKK dalam ikut membantu pencegahan penyebaran virus corona di Kabupaten Nganjuk yang hingga kini jumlah kasusnya terus mengalami penambahan.

Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, Yuni Sophia Hidhayat mengatakan, TP PKK bersama ibu-ibu anggota PKK hingga tingkat Desa di Kabupaten Nganjuk berupaya keras memberikan edukasi kepada masyarakat akan bahaya covid-19.

Semua warga hingga ke lapisan terbawah bisa memahami akan pentingnya menjalankan protokol kesehatan agar tidak tertular covid-19.

"Semuanya kita gerakkan dari kecamatan sampai desa dalam pencegahan Covid-19, tidak hanya memberikan masker namun juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan masker, dan juga  sosialisasi tentang penertiban masker, penerapan sanksi pada yang melanggar protokol kesehatan," kata Yuni Sophia Hidhayat dalam kegiatan Gebrak Masker di Desa Jatikalen, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk, Selasa (29/9/2020).

Dijelaskan Yuni Sopiha, penerapan sanksi itu sendiri sebagaimana telah diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) hingga Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 35 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan. Hal itu sebagai Upaya Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

"Bagi pelanggar protokol kesehatan dalam aturan itu akan dikenakan sanksi berupa sanksi sosial, denda dari Rp 50 ribu - Rp 250 ribu,  sampai pencabutan KTP. Sedangkan untuk badan usaha, sanksi denda mulai 500 ribu hingga pencabutan izin usaha," ucap Yuni Sophia Hidhayat.

Untuk itu, ungkap Yuni Sophia Hidhayat, pihaknya berharap agar ibu-ibu anggota PKK disemua tingkatan untuk lebih berperan aktif dan belajar lebih banyak tentang apa itu COVID-19, bagaimana mencegahnya, kenapa harus pakai masker, kenapa masker diwajibkan, kenapa harus tertib, kenapa pemerintah memberikan sanksi.

"Anggota PKK harus lebih jeli menggali informasi, harus lebih pintar agar masyarakat dapat digerakkan oleh ibu-ibu PKK dan semakin sadar serta paham pentingnya menggunakan masker," tutur Yuni Sophia Hidhayat.

Sedang Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, dr Hendriyanto menjelaskan, hingga hari ini kasus positif corona di Kabupaten Nganjuk telah mencapai 480 orang.

Ini setelah kembali adanya tambahan baru kasus positif corona sebanyak 10 kasus. Mereka yang terkonfirmasi positif corona terdiri dari tujuh orang perempuan dan tiga orang laki-laki.

Disamping itu, menurut Hendriyanto, hingga hari ini juga ada penambahan kasus positif corona yang dinyatakan sembuh sebanyak 5 orang.

"Untuk itu, melihat jumlah kasus positif corona terus bertambah menunjukkan penyebaran virus corono tersebut masih terus terjadi di Kabupaten Nganjuk. Kami mengharapkan warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan bukan justru semakin melonggar," tutur Hendriyanto.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved