Breaking News:

Pilkada Surabaya 2020

Didukung Kalangan Disabilitas, Eri Cahyadi Siapkan Musrenbang Difabel Jika Menangi Pilkada Surabaya

"Ke depan, kami rencananya akan siapkan Musyarawah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk teman-teman difabel," kata Eri Cahyadi

surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan orasi politiknya, Kamis (24/9/2020) 

SURYA.co.id, SURABAYA - Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi diyakini mendukung perkembangan pendidikan inklusi dan penyandang disabilitas di Surabaya. Eri dinilai sebagai sosok yang humanis dan responsif dalam melihat permasalahan warga Surabaya.

Hal ini disampaikan para pemerhati disabilitas saat bertemu Eri di Surabaya, di Jalan Kutai.

"Mas Eri Cahyadi adalah sosok yang cocok dan dibutuhkan seluruh lapisan masyarakat Surabaya, termasuk penyandang disabilitas," ujar Ketua Umum Pro Rakyat, Megawati di Surabaya, Selasa (29/9/2020).

Menurut Megawati, Eri memiliki master plan untuk Surabaya. Hal ini meliputi tata kota, pembangunan, serta perhatian kepada masyarakat difabel.

"Untuk kriteria, saya rasa sudah memenuhi persyaratan membawa Surabaya semakin ramah pada seluruh kalangan," ujar Megawati usai mendengar visi dan misi yang dipaparkan oleh Eri Cahyadi.

Penyandang difabel, berharap kepada Eri Cahyadi untuk mewujudkan pendidikan inklusif. Yang mana, difabel dapat mengenyam pendidikan di sekolah yang sama dengan pelajar lainnya tanpa ada diskriminasi.

"Mudah-mudahan beliau (Eri Cahyadi) menjadi pejuang inklusi di Surabaya. Itu harapan kami," pinta Megawati.

Pro Rakyat memiliki anggota yang terdiri dari difabel serta masyarakat marjinal di Surabaya. Megawati menegaskan organisasinya memberikan dukungan penuh kepada pasangan nomor urut 1 ini.

Pasangan yang diusung PDI Perjuangan ini memiliki program yang memperjuangkan difabel di Surabaya. "Pada prinsipnya visi dan misinya baik. Akan kita support untuk mewujudkan Surabaya sejahtera untuk semua masyarakat termasuk difabel," tutupnya.

Di sisi lain, Eri Cahyadi mengatakan, selama ini Pemkot Surabaya terus menambah fasilitas bagi difabel. Ke depan, pihaknya akan meningkatkan pemenuhan hak-hak difabel.

"Termasuk, dalam menikmati pembangunan kot. Baik dari segi fasilitas publik maupun pendidikan yang berkualitas," ujarnya.

Bahkan, Eri menyiapkan skema perencanaan pembangunan khusus yang mengakomodasi aspirasi difabel secara optimal. "Ke depan, kami rencananya akan siapkan Musyarawah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk teman-teman difabel," katanya.

"Di ajang ini, sila usul apa saja, dirembug. Nanti kita kaji dan dimasukkan dalam kebijakan Pemkot Surabaya dengan dukungan penganggarannya,” ujarnya.

Menurut Eri, memperhatikan sahabat difabel adalah wujud kota yang manusiawi, sesuai visi yang dia usung bersama Armudji dalam Pilkada Surabaya.

”Jadi kita bukan bicara statistic berapa jumlah teman-teman difabel, tapi kota manusiawi adalah kota yang menjadi rumah besar yang ramah bagi siapa saja, mulai dari kawan-kawan lintas agama sampai difabel,” pungkas Eri.

Selama ini, Pemerintah Kota Surabaya pun berupaya untuk menciptakan kota ramah bagi penyandang disabilitas. Sejumlah tempat wisata, transportasi, museum, tempat ibadah hingga jalan diupayakan untuk ramah bagi penyandang disabilitas.

Pemkot Surabaya menyediakan transportasi umum berbasis bus rapid transit sejak April 2018 yang disebut Suroboyo Bus. Museum Pendidikan ini baru diresmikan pada 25 November 2019, tepat pada perayaan Hari Guru Nasional.

Kemudian,Masjid Al Akbar Surabaya sebagai Masjid yang termasuk salah satu terbesar  di Indonesia ini mempunyai fasilitas khusus untuk membuat nyaman penyandang disabilitas. Sejumlah fasilitas di antaranya ada dua akses jalan khusus untuk penyandang disabilitas, dua tempat wudhu khusus difabel, dan tersedia dua kursi roda. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved