Breaking News:

Berita Malang

Tes CPNS Kab Malang Berlanjut Meski Dibayangi 26 Peserta Reaktif

Para peserta dan petugas diwajibkan memakai APD lengkap. Mulai face shield, sarung tangan, hingga masker," terang Nurman.

surya/erwin wicaksono
Suasana pelaksanaan tes SKB di Pendopo Peringgitan Agung Pemkab Malang, Senin (28/9/2020). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Malang, dibayangi keberadaan 26 peserta yang ternyata reaktif usai menjalani rapid test. Tes SKB itu diadakan sejak Sabtu (26/9/2020) dan diikuti ribuan peserta.

"Kami melakukan rapid test. Total ada 26 orang reaktif sejak hari pertama tes," terang Kepala BPKSDM Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah ketika dikonfirmasi, Senin (28/9/2020).

Nurman menambahkan, para peserta yang reaktif merupakan warga Kabupaten Malang. Namun mereka tetap bisa melaksanakan tes SKB. "Peserta yang terindikasi reaktif kita tempatkan secara khusus di bilik-bilik yang sudah ditentukan," kata Nurman.

Nurman menegaskan, pihaknya tak mau ambil resiko saat wabah Corona. BKPSDM memilih melaksanakan tes dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Para peserta dan petugas diwajibkan memakai APD lengkap. Mulai face shield, sarung tangan, hingga masker," terang Nurman.

Tempat tes SKB juga diatur sedemikian rupa. Bilik-bilik tes menerapkan physical distancing. Bahkan, kursi peserta pun dilapisi plastik. "Sedangkan peserta yang hamil atau yang sakit, kita berikan pelayanan khusus," beber Nurman.

Dijelaksan Nurman, tes SKB CPNS merupakan periode kedua alias yang terakhir. Tes sejatinya dilaksanakan bulan Mei 2020 lalu. Namun akibat situasi pandemi, memaksa tes SKB dilaksanakan pada September 2020, tepatnya dari 26 hingga 31 September 2020.

Pendopo Agung menjadi venue pelaksanaan SKB bagi empat daerah lainnya. Seperti Kabupaten Malang, Kota Malang, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Pasuruan.

"Ada sekitar 4.800 peserta dari empat Kabupaten/Kota tersebut. Untuk tahap pertama adalah Kabupaten Malang selama 5 hari, kemudian dilanjutkan Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, dan Kota Malang," tutup Nurman. ***

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved