Breaking News:

Virus Corona di Bondowoso

Ratusan Madrasah Diniyah di Bondowoso Terima BOP dan Alat Protokol Kesehatan Covid-19

Dewan Pengurus Cabang (DPC) Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) menyalurkan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) alat protoko kesehatan.

surya.co.id/danendra kusumawardana
Dewan Pengurus Cabang (DPC) Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) menyalurkan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) sekaligus alat protokol kesehatan Covid-19 kepada 663 lembaga, Senin (28/9/2020). 

SURYA.co.id l Bondowoso - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Bondowoso Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) menyalurkan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) sekaligus bantuan alat protokol kesehatan Covid-19.

Bantuan tersebut disalurkan untuk 663 Madrasah Diniyah.

Ketua DPW FKDT Jawa Timur, Satuham Akbar menyebutkan besaran BOP Covid-19 yang diserahkan yakni senilai Rp 10 juta. Bantuan tersebut akan langsung ditransfer ke rekening lembaga masing-masing.

"Bantuan ini diperuntukkan yang ada kaitannya dengan Covid-19. Tidak boleh gaji guru," katanya, Senin (28/9).

Sementara ini, bantuan tersebut belum semuanya dicairkan ke ratusan Madrasah Diniyah. Persentase pencairan bantuan masih di bawah 50 persen.

"Di bondowoso, proses pencairan belum mencapai 50 persen. Proses pencairan ada dua tahap. Pasalnya, Bank BNI terbatas untuk melayani pencairan, tiap hari maksimal 5-20 lembaga," sebutnya.

Di Jawa Timur Madrasah Diniyah yang mendapat bantuan sebanyak 7.171 lembaga. Sedangkan total lembaga yang diajukan untuk mendapatkan bantuan oleh FKDT berjumlah 12.000 lembaga.

Ketua DPC FKDT Bondowoso, Bahrul mengatakan total Madrasah Diniyah yang diajukan untuk mendapat bantuan sebanyak 925 lembaga. Namun, yang lolos hanya 663 lembaga saja.

"Madrasah Diniyah Bondowoso terbanyak kedua yang mendapatkan bantuan setelah Lamongan," terangnya.

Bupati Bondowoso, Salwa Arifin meminta agar bantuan ini tak dipotong seperserpun. Sebab, bantuan tersebut bertujuan untuk meringankan serta mendukung proses kegiatan belajar-mengajar.

"Apalagi sekarang kondisi pandemi Covid-19, Tidak layak dipotong. Seharusnya semua pihak mendukungnya," paparnya.

Satuham menimpali, penyaluran bantuan bakal diawasi atau dimonitoring. Pihaknya bekerjasama dengan Kemenag untuk melakukan proses pengawasan.

"Kami bersama-sama akan melakukan monitoring," pungkasnya.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved