Breaking News:

Fashion

Desainer Ayu Wulan Gelar Show Pertama di Tengah Pandemi, Tampilkan Kekuatan Dewi Sri di 8 Busana

Desainer Ayu Wulan baru -baru ini menggelar show tunggal pertama di tengah pandemi, bersamaan dalam pameran Serba Serbi Manten Expo di CITO Surabaya

ist
Desainer Ayu Wulan mengambil tema Sri Indonesia pada show yang terinspirasi dari Dewi Sri dan dipercaya sebagai sosok yang menguasai dunia bawah tanah hingga bulan.   

SURYA.co.id | SURABAYA - Desainer Ayu Wulan baru -baru ini menggelar show tunggal pertama di tengah pandemi. Show itu digelar bersamaan dalam pameran Serba Serbi Manten Expo di City of Tomorrow (Cito) Surabaya.

Menjadi desainer pertama yang menggelar show tunggal secara offline, Ayu Wulan sempat khawatir. Namun, saat mengetahui acara berjalan dengan lancar, ia justru merasa bersyukur.

"Bersyukur dan senang karena show ini dapat berjalan lancar hingga melebihi ekspektasi yang saya tentukan di awal," ujar perempuan yang akrab disapa Wulan itu.

Dalam show tunggal dengan nuansa tradisional ini, Wulan mengambil tema Sri Indonesia dan menampilkan delapan busana sekaligus.

Wulan mengaku, mengambil nama Sri Indonesia lantaran terinspirasi dari Dewi Sri dan dipercaya sebagai sosok yang menguasai dunia bawah tanah hingga bulan.

"Peran Dewi Sri ini mencakup banyak aspek seperti, pelindung kelahiran dan kehidupan, serta dapat mengendalikan bahan makanan di bumi, mengatur kehidupan, kekayaan, dan kemakmuran," terangnya.

Atau secara umum, lanjut Wulan, Sri Indonesia ini terinspirasi dari perempuan kuat di Indonesia. Filosofi tersebut dipercaya Wulan dapat menjadi semangatnya untuk terus berkarya bagi kemakmuran bangsa dan kebangkitan industri kreatif Jawa Timur.

Busana yang ditampilkan Wulan tersebut mewakili delapan daerah yang ada di Indonesia yakni, Padang, Palembang, Sunda, Solo, Yogya, Lampung, dan Bali.

Dari masing-masing busana, Wulan sengaja membuatnya dengan warna-warna nude. Ia merasa di tahun 2020 ini, warna tersebut melambangkan kesederhanaan dan keanggunan. Sehingga banyak yang menginginkan busana pernikahannya dibuat dengan warna-warna tersebut.

"Penggunaan busana tradisional untuk pengantin merupakan warisan budaya Indonesia, sehingga memadukan dengan sentuhan modern adalah salah satu usaha saya untuk menggaet pasar milenial," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Akira Tandika
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved