Breaking News:

Berita Nganjuk

Beri Kepastian Status Hukum Tanah Warga, Bupati Nganjuk Serahkan 464 Sertifikat Tanah Program PTSL

Sebanyak 464 sertifikat tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) diserahkan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat.

Foto:humas pemkab nganjuk
Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat menyerahkan sertifikat tanah kepada warga perserta program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL). 

SURYA.CO.ID | NGANJUK - Sebanyak 464 sertifikat tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) diserahkan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat, Senin (28/9/2020).

Hal itu sebagai lanjutan program PTSL yang terus dilaksanakan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nganjuk dalam memberikan kepastian hukum terhadap status tanah milik warga.

Bupati Novi Rahman Hidhayat mengatakan, pihaknya berharap dengan sudah dimiliknya sertifitkat tanah melalui program PTSL maka masyarakat di Kabupaten Nganjuk akan dapat lebih sejahtera.

Ini dikarenakan tujuan dari PTSL itu sendiri adalah untuk memberikan kepastian hukum, menertibkan administrasi pertanahan, menghindari konflik baik itu horizontal maupun vertikal, dan membantu mensejahterakan masyarakat.

"Kami berharap untuk warga penerima sertifikat tanah supaya bijak dalam memanfaatkan sertifikat tersebut. Sertifikat tanah bisa dijadikan jaminan pinjaman modal untuk bapak ibu semuanya di lembaga keuangan," kata Novi Rahman Hidhayat, Senin (28/9/2020).

Sedangkan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nganjuk, Edison Lumban Batu menambahkan, untuk wilayah Kabupaten Nganjuk pada tahun ini ada pengurangan program PTSL, Ini lebih dikarenakan adanya Pandemi Covid-19.

"Tahun ini seharusnya ada 40 ribu bidang tanah dalam program PTSL, namun diturunkan tinggal 20 ribu bidang tanah yang masuk dalam program PTSL. Dan Alhamdulilah sudah selesai semua, tinggal penyerahannya walaupun sedikit terhalang protokol kesehatan,” kata Edison.

Dijelaskan Edison, sekarang ini ada program sesuai dengan arahan dari Gubernur Jatim yakni pencanangan program Tri Juang.

Program tersebut merupakan program yang melibatkan BPN, Pemerintah Provinsi, Kabupaten< dan Kota, serta perangkat desa.

Dimana pada tahun 2024 nantinya ditargetkan seluruh bidang tanah yang ada di Jawa Timur akan terdaftar semuanya di BPN.

"Jadi saat ini kami terus berupaya maksimal dalam menjalankan program PTSL dalam upaya mendukung program Tri Juang Pemprov Jawa Timur," tutur Edison.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved