Berita Surabaya

Pemkot Surabaya Akan Fasilitasi Swab Test untuk Tukang Cukur Rambut dan Pekerja Salon di Surabaya

Tukang cukur rambut, barbershop, salon maupun klinik kecantikan di Surabaya akan diikutkan swab test secara bertahap yang difasilitasi Pemkot Surabaya

SURYA.CO.ID/Ahmad Zaimul Haq
Suyadi (49) seorang tukang cukur rambut keliling saat melayani pelanggan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap layaknya tenaga medis di Surabaya, Jumat (8/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

SURYA.co.id | SURABAYA - Tukang cukur rambut, barbershop, salon maupun klinik kecantikan di Surabaya akan diikutkan swab test secara bertahap yang difasilitasi Pemkot Surabaya.

Pemkot bakal memberikan fasilitas tes tersebut agar potensi penularan Covid-19 dapat terus ditekan.

Kepala BPB Linmas Surabaya, Irvan Widyanto mengungkapkan langkah tersebut sudah mulai dilaksanakan beberapa hari lalu.

Hal itu dilakukan disekitar Tunjungan Plaza, Jalan Embong Malang yang diikuti oleh kurang lebih 130 orang.

"Mereka terdiri dari karyawan barbershop, salon dan klinik kecantikan yang berada di Tunjungan Plaza yang ada di mal itu," kata Irvan, Minggu (27/9/2020).

Menurut Irvan, di kawasan tersebut terbilang antusiasmenya tinggi. Sebab, semula pihaknya hanya menargetkan sebanyak 125 orang. Namun, lantaran animo yang tinggi, hingga bisa diikuti oleh 130 orang.

"Ini akan terus dilakukan di beberapa tempat lainnya. Jadi, semuanya on progress," terang Irvan.

Hasilnya akan diberikan sekitar tiga hingga enam hari. Jika hasilnya positif dan merupakan warga Surabaya maka akan diarahkan untuk isolasi di Asrama Haji Surabaya. Sementara jika merupakan warga luar kota, maka akan diarahkan ke RS Lapangan.

"Hasilnya diberikan sekitar 3 hingga 6 hari, mereka dihubungi melalui nomor telepon masing-masing peserta tes,” papar Irvan.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, untuk profesi yang bersentuhan langsung dengan konsumen memang tengah diupayakan untuk swab test. Termasuk untuk tukang pijat yang kontak langsung dengan konsumen.

“Kita data dulu di masing-masing kecamatan berapa jumlahnya. Setelah itu, kita koordinir baru di tentukan lokasinya dimana,” kata Risma.

Mereka memang tidak dirapid terlebih dahulu melainkan langsung dilakukan swab test. Menurut Risma, jumlah mereka yang tak terlalu banyak tak terlalu membuat sulit untuk langsung dilakukan swab.

"Tiap kecamatan itu ada sekitar 30-60 pelaku usaha. Jadi tidak terlalu banyak, makanya kami langsung lakukan swab. Jumlahnya tidak termasuk dengan yang Surabaya tengah karena banyak mal,” ujar Risma.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved