Breaking News:

Beberapa Alasan Kalangan Industri mulai Gunakan Energi Terbarukan

Industri mulai banyak ikut serta dalam program pemerintah untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan.

Foto: sun energy
Panel listrik dengan tenaga Surya yang menjadi salah satu sumber dari energi baru terbarukan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Industri mulai banyak ikut serta dalam program pemerintah untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan.

Dari seluruh sektor, industri memiliki kebutuhan energi terbesar diikuti oleh sektor transportasi, rumah tangga, sektor komersial dan lainnya.

"Mengubah sistem energi konvensional ke energi terbarukan tentunya membutuhkan investasi. Jika penggunaan energi baru dan terbarukan dipercepat, investasi yang harus dikeluarkan tidak lagi menjadi masalah, apalagi biaya energi terbarukan kini sudah lebih rendah," kata Shinta Kamdani, President Indonesia Business Council for Sustainable Development .

Hal itu diungkapkan Shinta, dalam diskusi berjudul ‘Unlocking Renewable Energy Demand from Commercial and Industrial Buyers for Green Economy’, IBCSD, dan Kementerian ESDM, Coca Cola Amatil dan Sun Energy, Sabtu (26/9/2020).

Lebih lanjut, Shinta mengatakan, menurunnya biaya energi terbarukan telah menciptakan peluang baru untuk pemanfaatannya, termasuk di sektor komersial dan industri.

"Karena permintaan energi bersih terus meningkat di negara berkembang, sektor industri telah memimpin komitmen untuk menggunakan energi bersih dalam operasinya,” ujar Shinta.

Perusahaan anggota IBCSD yang menjadi thought leader dalam penggunaan energi terbarukan, antara lain,Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI).

Direktur Public Affairs, Communications dan Sustainability Amatil Indonesia Lucia Karina mengakui sejak 2017, pihaknya telah mendeklarasikan komitmen publik untuk target keberlanjutan yang akan dicapai di tahun 2020.

"Salah satu diantaranya adalah tentang perubahan iklim dan energi, yang mana Coca-Cola Amatil menargetkan penggunaan 60 persen dari kebutuhan energi dari energi terbarukan dan rendah karbon," jelas Lucia.

Komitmen ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 314 juta ton karbon dioksida atau CO2 pada tahun 2030.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved