Breaking News:

Berita Bondowoso

Warga Kurang Mampu yang Langgar Protkes di Bondowoso Diperbolehkan Pilih Sanksi Sosial

Pemkab Bondowoso berupaya tak ingin memberatkan warga dalam penegakan displin protokol kesehatan, terutama soal denda.

SURYA.CO.ID/Danendra Kusumawardana
Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat. 

SURYA.CO.ID, BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso berupaya tak ingin memberatkan warganya dalam penegakan displin protokol kesehatan, terutama soal denda.

Sebab, di masa pandemi rata-rata pendapatan masyarakat sedang menurun.

Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat mengatakan, warga kurang mampu yang kedapatan melanggar protokol kesehatan tak harus disanksi denda administratif.

Sementara, Pemkab Bondowoso menetapkan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan maksimal Rp 50 ribu.

"Kami berupaya menyelamatkan warga dengan protokol kesehatan. Akan tetapi, kami tidak ingin pula memberatkan warga (khususnya warga kurang mampu) di masa pandemi dengan denda administratif," katanya, Jumat (25/9/2020).

Irwan melanjutkan, apabila merasa diberatkan dengan sanksi denda, warga kurang mampu bisa memilih sanksi sosial.

Sanksi sosial itu antara lain, membaca pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan hormat bendera.

"Sanksi denda maksimal Rp 50 ribu. Adapula sanksi sosial. Mereka (warga kurang mampu) boleh memilih," lanjutnya.

Saat ini operasi yustisi masih berlangsung. Rapat koordinasi terkait analisa dan evaluasi pelaksanaan operasi yustisi juga terus dilakukan.

Berdasar data hingga 20 September 2020, Sebanyak 241 orang terjaring operasi yustisi karena kedapatan melanggar protokol kesehatan, seperti tak memakai masker.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved